Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana Main Hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Suasana Main Hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Duh! Ekuitasnya Negatif, 32 Saham Emiten Kena 'Tato' BEI

Senin, 12 April 2021 | 14:45 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA,Investor.id – Sebanyak 32 emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ekuitas negatif. Alhasil, saham para emiten itu pun mendapat notasi khusus alias 'tato' E dari otoritas bursa.

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu, selain menyandang  stempel  E karena laporan keuangan terakhirnya menunjukkan ekuitas negatif, sebagian dari 32 emiten mendapat notasi khusus lainnya, mulai D, L, M, S, hingga Y.

Berikut emiten yang mendapat notasi khusus E (ekuitas negatif) dan notasi lainnya sesuai ‘masalah’ masing-masing emiten.

1. TELE - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (M, E, L).

2. AISA - PT FKS Food Sejahtera Tbk (E).

3. SULI - PT SLJ Global Tbk (E).

4. JKSW - PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (E, S) .

5. SAFE - PT Steady Safe Tbk (E).

6. TIRT - PT Tirta Mahakam Resources Tbk (E).

7. INTA - PT Intraco Penta Tbk (E).

8. ALMI - PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (E).

9. SQMI - PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (E).

10.CNKO - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (E, L, Y).

11. MGNA - PT Magna Investama Mandiri Tbk (E, D, S).

12. ARTI - PT Ratu Prabu Energi Tbk (E).

13.UNSP - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (E).

14. ETWA - PT Eterindo Wahanatama Tbk (E).

15. POLY - PT Asia Pacific Fibers Tbk (E).

16. OCAP - PT ONIX CAPITAL Tbk (E).

17. CMPP - PT AirAsia Indonesia Tbk (E).

18. ZBRA - PT Zebra Nusantara Tbk (E).

19. ABBA - PT Mahaka Media Tbk (E).

20. MDRN - PT Modern Internasional Tbk (E).

21. LAPD - PT Leyand International Tbk (E).

22. ARGO - PT Argo Pantes Tbk (E).

23. GIAA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (E).

24. CANI - PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (E).

25. TAXI - PT Express Transindo Utama Tbk (E).

26. SIMA - PT Siwani Makmur Tbk (E, L, Y).

27. KARW - PT ICTSI Jasa Prima Tbk (E).

28. BTEL - PT Bakrie Telecom Tbk (E).

29. DWGL - PT Dwi Guna Laksana Tbk (E).

30. CNTX - PT Centex Tbk (E).

31. TRIO - PT Trikomsel Oke Tbk (E).

32. GLOB - PT Global Teleshop Tbk (E).

 

Tambahan Notasi

Berdasarkan catatan Investor Daily, BEI  sejak awal Februari 2021 menambah jumlah notasi khusus bagi saham emiten bermasalah, dari semula tujuh menjadi 13 notasi. Sebelumnya BEI hanya menyematkan notasi khusus B, M, E, S, A, D, dan L. Namun, otoritas bursa kemudian menambahkan notasi khusus C, Q, Y, F, G, dan V.

Notasi khusus dibubuhkan pada kode saham masing-masing emiten bermasalah. Setiap emiten bisa terkena lebih dari satu notasi. “Notasi khusus akan dihapus atau berubah sesuai perkembangan masing-masing emiten,” jelas BEI dalam keterangan resminya.

BEI menorehkan notasi B kepada emiten karena adanya permohonan pernyataan pailit, notasi M karena adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang atau (PKPU), dan notasi E karena laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif.

Adapun notasi S diberikan karena laporan keuangan terakhir emiten menunjukkan tidak ada pendapatan usaha, notasi A karena adanya opini tidak wajar (adverse) dari akuntan publik, notasi D karena adanya opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik, dan notasi L karena perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan.

Pelanggaran Berat

Bagaimana dengan 'tato' baru C, Q, Y, F, G, dan V? Menurut otoritas bursa, notasi khusus C disematkan kepada saham emiten karena adanya kejadian perkara hukum terhadap perusahaan tercatat, anak perusahaan tercatat dan/atau anggota direksi dan anggota dewan komisaris perusahaan tercatat yang berdampak material.

Selanjutnya 'tato' Q merupakan pembatasan kegiatan usaha perusahaan tercatat dan/atau anak perusahaan tercatat oleh regulator. Sedangkan notasi Y dibubuhkan kepada saham emiten yang belum menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sampai enam bulan setelah tahun buku berakhir.

Lalu notasi F adalah sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikenakan terhadap perusahaan tercatat akibat pelanggaran peraturan di bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran ringan.

Kemudian 'tato' G yaitu sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari OJK yang dikenakan terhadap emiten karena pelanggaran peraturan di bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran sedang.

Terakhir, notasi V, merupakan sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari OJK yang dikenakan terhadap perusahaan tercatat akibat pelanggaran peraturan di bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran berat.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN