Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas didepan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas didepan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

FOKUS PASAR:

Dukung UMKM, Pemerintah Siapkan PEN Rp 699 Triliun

Selasa, 6 April 2021 | 08:55 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Pemerintah mengalokasikan anggaran PEN sebesar Rp 699 triliun lebih tinggi dari tahun sebelumnya sejumlah Rp 579 triliun. Dalam PEN tahun ini, UMKM menjadi salah satu prioritas dalam membantu pemulihan ekonomi.

Dalam riset harian Pilarmas Sekuritas, Selasa (6/4) disebutkan, UMKM dinilai memiliki peran 61,1% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap 97% dari total angkaan kerja sebesar 116,9 juta tenaga kerja. Anggaran ini diberikan melalui 6 stimulus, yaitu subsidi suku bunga UMKM, bantuan produktif usaha mikro, subsidi imbal jasa penjaminan, penempatan dana pada bank umum, insentif pajak dan restrukturisasi kredit.

Berdasarkan survei Kementerian Koperasi dan UKM kepada 195.099 UMKM, terdapat 23,10% UMKM mengalami penurunan omzet usaha, 19,50% terhambat distribusi, dan 19,45% mengalami kendala permodalan.

Dari sudut pandang lain, ADB juga ikut melakukan survei untuk memperjelas dampak pandemic terhadap kondisi UMKM. Berdasarkan survei dari ADB, terdapat 30,5% UMKM di Indonesia menghadapi penurunan permintaan domestik dan sebanyak 48,6% UMKM tutup sementara.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan stimulus modal kerja melalui KUR dengan suku bunga murah dan tanpa agunan tambahan. Tahun lalu, nasabah UMKM yang menerima KUR diberikan tambahan subsidi bunga sebesar 6%, sehingga pada April - Desember 2020, suku bunganya menjadi nol persen.

Selain itu, juga sudah dibentuk skema KUR Super Mikro yang ditujukan untuk pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga yang berusaha dengan skala mikro.

Sementara itu, di 2021, pemerintah menetapkan perpanjangan pemberian tambahan subsidi bunga sebesar 3%, penundaan angsuran pokok, dan relaksasi kebijakan KUR berupa perpanjangan jangka waktu serta penambahan plafon KUR menjadi sebesar Rp 253 triliun.

Saat ini pelaku pasar dinilai akan mencermati komitmen pemerintah terhadap upaya meningkatkan daya beli, program membantu sisi produksi juga terus diberikan agar terciptanya keseimbangan.

“Kami berharap apa yang dilakukan oleh pemerintah ini mampu mendukung dan mendorong serta mempercepat akselerasi pemulihan ekonomi yang digadang gadang akan positif pada kuartal ke 2 nanti,” jelas Pilarmas.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN