Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Emiten Baru Harus Lebih Selektif

Senin, 10 Agustus 2020 | 13:34 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com) ,Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ketua Dewan Presidium APRDI, Prihatmo Hari Mulyanto menjelaskan, untuk menggenjot jumlah investor di pasar modal, otoritas pasar modal dan otoritas bursa harus meningkatkan kualitas calon emiten maupun emiten yang sudah tercatat di bursa. Dengan demikian, otoritas tidak hanya mengejar kuantitas.

“Jadi, mesti lebih selektif. Market cap harus cukup besar sehingga likuiditasnya bagus. Kemudian pengawasan juga harus ditingkatkan lagi agar tercipta perdagangan efek yang wajar, efisien, dan teratur,” ujar dia.

Otoritas, menurut Prihatmo, juga perlu memperbanyak emiten berfundamental kuat dengan prospek bisnis yang bagus, seraya tetap memperhatikan rekam jejak (track record) dan pelaksanaan GCG-nya, termasuk rekam jejak dan GCG pemegang saham pengendali.

Perkembangan jumlah investor berdasarkan single investor identificatuin
Perkembangan jumlah investor berdasarkan single investor identificatuin

Tak kalah penting, kata Prihatmo, otoritas perlu memberikan insentif yang lebih menarik kepada perusahaan- perusahaan yang ingin melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Dengan begitu, akan banyak perusahaan bagus tertarik melantai di bursa saham dalam negeri. 

“Perlu pula otoritas memperhatikan emiten dengan kapitalisasi pasar menengah ke bawah. Banyak di antara mereka yang memiliki fundamental bagus. Harus dipikirkan bagaimana emiten tersebut bisa di-cover, sehingga investor akan terinformasi dengan baik,” papar dia.

Prihatmo juga menekankan pentingnya otoritas pasar modal dan otoritas bursa memberikan edukasi yang lebih efektif dan perlindungan yang lebih memadai kepada para investor.

Selain itu, invovasi produk harus diperbanyak, salah satunya dengan menggenjot exchange traded fund (ETF) atau reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa.

“Dengan berinvestasi di ETF, risiko investor bisa lebih terkelola. Soalnya, investor membeli produk efek yang sudah diseleksi fund manager,” tutur dia.

Perkembangan jumlah emten dan kapitalisasi pasar
Perkembangan jumlah emten dan kapitalisasi pasar

Menurut Ketua Umum APEI, Octavianus Budiyanto, agar pasar modal domestik lebih berkualitas, sosialiasi dan edukasi kepada investor harus terus digalakkan, terutama para investor di daerah.

“Kebijakan yang diterbitkan OJK sudah mendukung. Simplifikasi pembukaan rekening, misalnya, itu sangat membantu karena prosesnya jadi lebih efisien dan memudahkan investor,” ucap dia.

Octavianus menambahkan, untuk emiten, seharusnya emiten yang ditargetkan melantai di BEI adalah perusahaan yang sudah lama berada di Indonesia.

“Sudah saatnya mereka berbagi dan memberi kesempatan kepada investor domestik untuk memiliki sahamnya,” tandas dia. (git/der/fur)  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN