Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi PT Blue Bird Tbk (BIRD). (Sumber: Perseroan)

Ilustrasi PT Blue Bird Tbk (BIRD). (Sumber: Perseroan)

Emiten Transportasi hingga Energi Genjot Ekspansi Kendaraan Listrik

Rabu, 28 September 2022 | 19:36 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Blue Bird Tbk (BIRD) menargetkan penambahan 150 unit kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) hingga akhir 2022. Sumber dana berasal dari belanja modal tahun ini sebanyak Rp 1,2 triliun. Sedangkan dana yang terserap telah mencapai 50%.

Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono mengatakan, target tersebut diharapkan tercapai pada kuartal IV-2022, pasalnya supply EV terbatas akibat tingginya permintaan menjelang G20 di Bali bersamaan kelangkaan chip. “Namun yang pasti antusiasme dari para pengguna pada EV cukup tinggi,” jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (28/9/22).

Baca juga: Sssttt... Blue Bird (BIRD) sedang Hitung Tarif Baru Taksi, Gara-gara Harga BBM Naik

Dalam waktu mendatang, lanjut Sigit, perseroan akan terus mengembangkan ekosistem energi terbarukan selain EV. Di antaranya, mengganti sumber daya pada setiap pool menggunakan listrik dari solar panel. Aksi ini akan mulai dieksekusi pada 2023.

“Konversi penggunaan sumber daya ini menjadi hal yang menarik, saat ini kami masih dalam tahap pembelajaran dari sisi investasi dan benefit perlu perhitungan yang lebih jauh dan juga efektifitasnya,” ujarnya.

Belum lama ini, perseroan secara resmi digandeng oleh PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dalam memperkenalkan gerakan #BaliCleanEnergy.

Dalam gerakan ini Angkasa Pura I memperkenalkan beberapa inisiatif yang akan diimplementasikan untuk mendukung energi ramah lingkungan, salah satunya adalah mendekatkan pengalaman mobilitas nol emisi melalui armada taksi E-Bluebird.

Seperti diketahui, transisi energi berkelanjutan akan menjadi salah satu topik utama yang akan dibahas dalam KTT G20 untuk mengatasi perubahan iklim yang telah memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan global. Gerakan #BaliCleanEnergy diharapkan dapat memacu kesiapan Bali sebagai tuan rumah presidensi Indonesia di KTT G20.

Baca juga: Tok! Indika (INDY) dan Foxconn Resmi Berkongsi, Bentuk Perusahaan Patungan Mobil Listrik

Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD), Adrianto Djokosoetono, mengapresiasi Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang telah mengundang Bluebird sebagai salah satu mitra resmi bandara untuk ikut serta dalam mendekatkan pengalaman mobilitas nol emisi kepada wisatawan serta masyarakat yang berkunjung ke Bali. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mengurangi emisi karbon sebesar 50% pada tahun 2030.

Prospek Cerah

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar mengatakan, bahwa bisnis EV menjadi trend dan harapan baru, seiring gencarnya kampanye transisi energi dari energi fosil ke renewable energy dan upaya pencapaian net zero emission. “Oleh karena itu hal ini ditangkap sebagai peluang besar oleh pelaku usaha. Apalagi Indonesia mempunyai resource yang cukup untuk berkembangnya ekosistem bisnis EV,” kata dia.

Sebagai informasi, selain BIRD, emiten yang bergerak pada bidang pertambangan, seperti PT Indika Energy Tbk (INDY), mendiversifikasi bisnis dengan meluncurkan EV melalui perusahaan kerjasama atau Joint Venture (JV). Melalui anak usahanya PT Ilectra Motor Group (IMG) perseroan turut meramaikan pasar sepeda motor listrik di Indonesia dengan merek ALVA.

Baca juga: Jokowi Instruksikan Pejabat Pusat dan Daerah Gunakan Mobil Listrik

Model pertama ALVA One mulai diperkenalkan ke publik dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang digelar pada Agustus 2022 lalu. Terbaru, perseroan juga membentuk perusahaan patungan dengan Foxtec Singapore Pte Ltd, afiliasi Foxconn pada 22 September 2022. Nama entitas baru itu adalah PT Foxconn Indika Motor (FIM).

FIM akan melakukan bisnis manufaktur untuk kendaraan listrik komersial dan baterai listrik, serta menyediakan jasa konsultasi manajemen. Indika lewat MMG menggenggam sebanyak 60% saham FIM dan Foxconn 40%. Foxconn sendiri merupakan perusahaan manufaktur elektronik terbesar di dunia yang berpusat di Taiwan.

Menurut Bisman, bisnis pada EV memiliki prospek yang cerah untuk jangka panjang dengan perkiraan waktu lebih dari 5 sampai 10 tahun mendatang. Meski demikian, untuk jangka pendek diversifikasi ini belum akan mampu mendongkrak kinerja keuangan, namun untuk jangka panjang akan menjanjikan. “Untuk harga saham emiten tersebut pelan-pelan akan terkerek terus naik, karena pasar akan melihat trend dan perkembangan untuk kedepan,” tutur dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com