Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah sedang menunggu antrian di teller Bank BTN di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan

Nasabah sedang menunggu antrian di teller Bank BTN di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan

Fokus Garap KPR Bersubsidi, Prospek Kinerja Keuangan BTN Justru Kian Kinclong

Kamis, 18 Februari 2021 | 15:39 WIB
Parluhutan Situmorang

Siapa yang tidak kenal dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)? Melalui bank pelat merah yang mengkhususkan segmen kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit properti ini telah menjadi tumpuan banyak orang dalam mewujudkan rumah impian.

Plt Dirut BTN Nixon Napitupulu dalam 60 Minuets. Sumber: BSTV
Plt Dirut BTN Nixon Napitupulu dalam 60 Minuets. Sumber: BSTV

Selama 71 tahun berkiprah sejak berdiri 9 Febuari 1987, BTN telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 640 triliun kepada lebih dari 5 juta keluarga di Indonesia. Setidaknya lebih dari 5 juta keluarga telah dibantu BTN untuk mendapatkan rumah layak huni dalam membangun impian keluarga. Tidak hanya itu, 76% dari keseluruhan pembiayaan KPR merupakan segmen KPR subsidi dan sisanya KPR nonsubsidi.

Tidak hanya itu, perseroan telah menjadi mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan layak huni bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan atas keseriusan BTN dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah yang telah diluncurkan pemerintah sejak tahun 2015 dengan sejumlah inovasi. Sejak program tersebut diluncurkan, perseroan telah menyalurakan pembiayaan KPR bersubsidi kepada lebih dari 3,8 juta rumah.

Tahun 2015, perseroan telah menyalurkan sebanyak 474.099 unit dari target 431.000 unit, tahun 2016 mencapai 595.540 unit dari target 570.000 unit, kemudian pada 2017 realisasinya sebanyak 666.806 unit dari target 666.000 unit. Kemudian, tahun 2018 mencapai 757.093 unit dari target 750.000 unit dan tahun 2019 telah mencapai 753.749 unit. Tahun 2020, saaat pandemi Covid-19 menyeruak, BTN juga menyalurkan pembiayaan perumahan untuk 565.294 unit rumah.

Keseriusan BTN dalam mendukung pemerintah untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat juga diungkapkan Plt Dirut BTN Nixon LP Napitupulu. Menurut dia, BTN tidak pernah absen sebagai bank pelaksana dalam menyalurkan KPR Subsidi bagi MBR, baik dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga, maupun BP2BT.

"Bahkan, BTN menjadi pemimpin pasar KPR subsidi konvensional maupun syariah) BTN secara kumulatif hingga tahun 2020 mencapai 85,3%. Sementara di segmen KPR secara nasional, BTN menguasai pangsa pasar sebesar 40% (data per September 2020)," ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski memfokuskan diri untuk menyalurkan kredit pembiayaan KPR masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Bank BTN tidak lantas tersandera secara fundamental dari isisi korporasi. Bahkan, di tengah kinerja keuangan mayortas bank melorot, BTN justru bisa bertumbuh pesat pada 2020. Tidak hanya itu, perseroan berhasil menanamkan fundamental kuat untuk menopang kontinuitas pertumbuhan dalam jangka panjang, sehingga menjadikan saham BBTN menjadi pilihan teratas dalam berinvestasi.

Layak Dibeli

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan, keberhasilan perseroan mempertahankan fokus pada pembiayaan kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit properti telah menjadi kelebihan saham BBTN, dibandingkan saham sektor perbankan lainnya.

Melalui fokus bisnisnya, dia menjelaskan, BTN berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 665,7% dari Rp 209 miliar menjadi Rp 1,6 triliun. Sedangkan pendapatan bunga turun tipis dari Rp 25,67 triliun menjadi Rp 25,16 triliun. Realisasi laba bersih tersebut telah melampaui estimasi Samuel Sekuritas atau setara dengan 115% dari target.

Sepanjang tahun 2020, Suria Dharma mengatakan, perseroan menunjukkan perbaikan sejumlah indikator, seperti kenaikan kredit 1,7% di tengah penurunan kredit nasional Indonesia mencapai 2,41%. Hal ini membuktikan bahwa fokus perseroan pada penyaluran KPR bisa menyelamatkan Bank BTN dari jurang penurunan kinerja keuangan.

Perbaikan indikator tesebut juga dilihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 23,8% tahun lalu. Likuiditas perseroan juga tergolong sangat baik dengan LDR berada pada level 93,2%. Begitu juga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) kotor turun 19 bps menjadi 4,37%. Sedangkan NPL coverage ratio naik menjadi 115%.

Sejumlah faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.750 menjadi Rp 2.300. Target harga baru tersebut merefleksikan perkiraan PBV tahun ini 1,1 kali.

Target ini mempertimbangkan proyeksi berlanjutnya pertumbuhan dengan laba bersih mencapai 60% menjadi Rp 2,56 triliun tahun ini. Sedangkan pendapatan bunga bersih diharapkan naik menjadi Rp 10,31 triliun, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 9,12 triliun.

Pandangan positif juga datang dari analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dan Rigina Rahisa. Menurut mereka, BTN memiliki fundamental yang baik didukung sejumlah faktor, seperti perkiraan penurunan biaya pendanaan sekitar 50 bps tahun ini, dibandingkan tahun 2020.

Berlanjutnya rasionalisasi CIR yang telah berjalan sejak tahun 2019 dengan memanfaatkan transformasi digital. Siklus peningkatan provisi juga diprediksi telah mencapai puncak dan permintaan restrukturisasi kredit juga diperkirakan telah mereda.

Pembukaan pamaren properti virtual Bank BTN 2020.
Pembukaan pamaren properti virtual Bank BTN 2020.

Ekspektasi berlanjutnya peningkatan kinerja keuangan, sebut Trimegah Sekuritas, juga bakal didukung peningkatan kredit. Perbaikan permintaan kredit telah terlihat sejak kuartal terakhir tahun 2020. Hal ini tidak lepas dari fokus perseroan pada segmen KPR bersubsidi. “Berbagai faktor pendukung tersebut diharapkan membuat laba operasional sebelum provisi (PPOP) BTN akan meningkat tahun ini sekitar 22%,” terangnya.

Bahkan, Trimegah Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan melonjak menjadi Rp 2,33 triliun tahun 2021, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,60 triliun. Laba bersih tersebut diharapkan kembali meningkat menjadi Rp 3,22 triliun pada 2021. Tidak hanya itu, saham BBTN kini dimasukkan sebagai pilihan teratas untuk investasi saham sektor perbankan.

“Realisasi laba bersih BTN sepanjang tahun 2020 yang telah melampaui ekspektasi kami ditambah perbaikan fundamentalnya, kami menaikkan target harga saham BBTN dari Rp 1.900 menjadi Rp 2.300. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan ROE 2021-2023 sekitar 13,2% dan PBV tahun 2021 sekitar 1,1 kali,” tulisnya dalam riset yang diteritkan di Jakarta, belum lama ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN