Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria mengangkut tong kosong dengan kereta yang ditarik oleh seekor kuda di Amritsar, India.   Foto ilustrasi: NARINDER NANU / AFP

Seorang pria mengangkut tong kosong dengan kereta yang ditarik oleh seekor kuda di Amritsar, India. Foto ilustrasi: NARINDER NANU / AFP

Fokus Pasar: Inflasi India Meningkat Seiring Kenaikan Konsumsi

Selasa, 13 April 2021 | 09:11 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Inflasi India mengalami pertumbuhan yang pesat dari sebelumnya 5,03% menjadi 5,52%. Ekonomi India yang diprediksikan melambat hingga semester I-2021 karena tekanan pandemi Covid-19, ternyata mampu bangkit untuk melawan dengan naiknya konsumsi.

Pilarmas Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (13/4), menyebutkan, meskipun inflasi di India mengalami kenaikan, Pilarmas menyakini Bank Sentral India masih akan tetap mengabaikan hal tersebut, sebab kenaikan inflasi dinilai masih belum konsisten dan hanya bersifat sementara.

“Bank Sentral India masih akan terfokus kepada pemulihan ekonomi yang konsisten hingga proses pemulihan tersebut benar benar terjadi. Inflasi yang terjadi di India disebabkan oleh naiknya inflasi makanan dari sebelumnya 4,3% menjadi 5,2%,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Lebih lanjut, Pilarmas menyampaikan, inflasi tersebut tidak hanya didominasi oleh makanan, tetapi kenaikan bahan bakar yang lebih tinggi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan biaya transportasi yang lebih tinggi, sehingga kedua hal ini yang menyebabkan kenaikan inflasi.

“Harapannya tentu saja, kenaikan inflasi tersebut tidak serta merta membuat Bank Sentral India menaikkan tingkat suku bunga, namun juga menjaga yield curve controlnya dengan tetap melanjutkan program pembelian obligasi,” jelas Pilarmas.

Namun kenaikan inflasi ini juga masih belum konsisten, pasalnya kenaikkan lonjakan kasus Covid-19 masih akan terus memberikan resiko terhadap inflasi. Inflasi diperkirakan masih akan mengalami peningkatan yang didukung dengan meningkatnya daya beli terhadap barang dan jasa yang mendorong jumlah uang beredar mengalami kenaikkan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN