Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Fokus Pasar: Insentif PPnBM Dorong Daya Beli Masyrakat

Rabu, 3 Maret 2021 | 08:00 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id -  Para pelaku pasar pada hari ini mencermati pada pernyataan pemerintah mengenai insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan roda dua, roda empat, dan perumahan dapat berkontribusi hingga 1% terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus tersebut dapat mendorong daya beli masyarakat sehingga mengembalikan penjualan yang sempat melambat sebagai dampak dari pandemi. Seperti diketahui pada tahun ini pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 4,5 hingga 5,5%.

Secara rinci, untuk sektor otomotif, pemerintah menargetkan utilisasi dan penjualan diharapkan dapat kembali ke 1 juta, sehingga industri tersebut dapat kembali menjadi kontributor ekspor dan bersaing pada pangsa pasar global.

“Sedangkan, pada sektor properti stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja penjualan para emiten properti yang sebelumnya menurun 21% secara keseluruhan,” jelasnya seperti disampaikan riset harian Pilarmas Sekuritas, Rabu (3/3).

Airlangga melanjutkan, penurunan kinerja penjualan emiten properti itu diimbangi dengan penurunan dari harga jual dimana kenaikan harga tercatat +1.43%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada rumah dengan tipe kecil yang naik sebesar +1,87%.

Adapun, pemerintah menganggarkan sebanyak Rp 1.250 triliun untuk memuluskan rencana ini, yang terdiri dari Rp 350 triliun untuk sektor otomotif dan Rp 900 triliun untuk sektor properti.

PIlarmas Sekuritas menilai, hal tersebut tentunya menjadi perhatian para pelaku pasar di mana pelemahan daya beli masyarakat itu diiringi dengan meningkatnya jumlah pengangguran dampak dari efisiensi industri. Stimulus tersebut tentu diperlukan guna menutup ruang antara pelaku usaha dan juga masyarakat.

“Pemerintah melihat ada potensi pertumbuhan secara langsung sekitar 0.9% hingga 1% dengan multiplier efek yang juga akan berdampak pada naiknya produktivitas perusahaan yang berkaitan dengan industri tersebut,” ujar Pilarmas.

Oleh sebab itu, Pilarmas mengatakan, besar harapannya bahwa harga properti juga seharusnya mengikuti supply and demand yang berada di pasar untuk mewujudkan target, hal ini tidak hanya semata- mata demi kepentingan industri tapi juga mendorong daya beli bagi masyarakat di tengah situasi yang sulit.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN