Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Fokus Pasar: Pembatasan Aktivitas di Sebagian Wilayah Jawa-Bali

Kamis, 7 Januari 2021 | 08:56 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  — Pemerintah Indonesia kembali melakukan pembatasan aktivitas untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di tanah air. Kebijakan ini berlangsung dari 11 Januari hingga 25 Januari 2021 di sebagian wilayah Jawa dan Bali.

Berdasarkan riset harian Pilarmas Sekuritas, Rabu (7/1), pembatasan yang diperketat antara lain work from office (WFO) menjadi 25% dan work from home (WFH) menjadi 75%. Sedangkan kegiatan belajar mengajar masih dengan system online.

Kemudian, sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100% namun dengan protokol kesehatan. Pusat perbelanjaan alias mal boleh beroperasi sampai jam 19.00 WIB sementara restoran hanya 25% dan pemesanan makanan harus take away dan delivery.

Sektor konstruksi masih tetap berjalan 100% dengan protokol kesehatan ketat. Rumah ibadah dibatasi hingga 50%. Fasilitas umum ditutup sementara dan moda transportasi diatur lebih jauh.

Pilarmas menilai, adanya sentimen tersebut berpotensi memberikan tekanan psikologis pada pergerakan harga saham khususnya emiten yang terdampak langsung seperti retail maupun restauran.

“Namun melihat kebijakan tersebut tidak memperketat sektor industr, kami melihat dampaknya tidak begitu besar mengingat saat ini masyarakat dan pengusaha sudah mulai shifting dari penjualan konvensional ke penjualan online yang dinilai dapat membantu turunnya pengunjung,” ujar dia.

Akan tetapi kebijakan tersebut berpeluang memberikan tekanan pada daya beli yang lebih rendah di bulan Januari dimana pengetatan memaksa masyarakat untuk lebih menahan diri untuk beraktivitas. Skema penurunan terburuk saat ini berada pada 5.850 – 5.950.

“Penurunan yang terjadi dapat dijadikan momentum pembelian dimana saat ini sentiment lebih mengarah ke positif,” ujar dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN