Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Fokus Pasar: Upaya Pemerintah Dorong Ekonomi Rakyat

Senin, 12 April 2021 | 08:37 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - Para pelaku pasar tengah mencermati pernyataan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto terkait berkomitmen untuk terus mempertahankan bunga KUR sebesar 3% hingga akhir tahun ini.

Dalam riset harianya, Pilarmas Sekuritas menjelaskan, komitmen tersebut berupa pemberian keringanan bunga pada penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga bulan Juni dengan kolektibilitas 1 atau 2. Keringanan yang diberikan yakni hanya dibebankan bunga sebesar 3%.

“Hal tersebut dilakukan guna mendukung para pelaku usaha yang mengalami kesulitan permodalan khususnya bagi para alumni program pra kerja,” jelas Pilarmas, Senin (12/4).

Sejauh ini, pemerintah mencatat bahwa sebanyak 387.234 wirausaha alumni Program Kartu Prakerja sudah bisa mengakses fasilitas KUR yang disalurkan oleh pemerintah.

Para alumni Kartu Prakerja tersebut berpeluang mendapatkan fasilitas KUR Super Mikro (SuMi) di bawah Rp 10 juta. Adapun KUR SuMI memiliki plafon sebesar Rp 41,8 triliun atau 16,5%.

Mengutip informasi dari Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Puspa Purbasari mengatakan, sebanyak 17% dari penerima Kartu Prakerja berubah status dari tidak bekerja menjadi wirausaha.

Dia juga menceritakan, 70% pengguna Kartu Prakerja juga menggunakan insentif sebesar Rp 2,4 juta untuk modal membangun usaha yang dilakukan individu atau beberapa dari peserta membentuk kelompok untuk mengumpulkan insentif agar menjadi modal usaha bersama.

Berdasarkan survei dari kantor PMO Prakerja, tantangan utama bagi pelaku usaha saat ini adalah permodalan. Sebab itu, pemerintah akan melonggarkan permodalan tersebut yang salah satunya melalui pinjaman yaitu KUR. Sebagai informasi, tahun ini pemerintah menganggarkan penyaluran KUR sebesar Rp 253 triliun.

Dengan jumlah nasabah mendekati 6 juta nasabah, terhitung hingga Maret 2021 pemerintah telah menyalurkan KUR sebesar Rp 56 triliun atau 25% dari total anggaran yang telah ditetapkan. Pemerintah juga diketahui sedang melakukan review pada program KUR dengan besaran Rp100 juta yang bebas jaminan atau agunan.

Pilarmas menilai, hal ini menjadi salah satu indikator positif di tengah moment kenaikkan Consumer Confidence Index (CCI) di Indonesia, sebuah indikator ekonomi yang dirancang untuk mengukur optimisme atau pesimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian suatu negara.

“Naik turunnya indeks ini mencerminkan tinggi atau rendahnya minat konsumen untuk berbelanja yang mempengaruhi aktivitas bisnis dan industri di suatu negara, sehingga secara tidak langsung berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi,” ujar Pilarmas.

Menurut Pilarmas, CCI yang mengalami kenaikan saat ini diakibatkan ekspektasi pemulihan ekonomi mulai sejalan dengan kehadiran vaksin ditambah lagi dengan pergerakan mobilitas masyarakat yang mulai mengalami peningkatan setiap hari nya. Namun investor perlu mengingat, CII bukanlah suatu variabel yang pasti untuk memberikan keyakinan yang mutlak 100% bahwa perekonomian akan pulih.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN