Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Foto: Perseroan.

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Foto: Perseroan.

Gajah Tunggal Terbitkan Obligasi Global US$ 175 Juta

Senin, 21 Juni 2021 | 06:28 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menerbitkan obligasi global (global bond) sebesar US$ 175 juta. Dana hasil emisi obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai penawaran tender (tender offer) obligasi global yang bernilai US$ 250 juta.

Seperti dilansir oleh BondEvalue, obligasi global Gajah Tunggal memiliki tenor 5 tahun dengan 2 tahun opsi non-call. Adapun tingkat bunga dari obligasi itu mencapai 9,37% dan peringkatnya Caa1/B.

Dana dari obligasi global itu akan dipakai untuk membiayai tender offer obligasi senilai US$ 250 juta yang akan jatuh tempo pada 2022 dengan tingkat bunga 8,37%.

Sebelumnya, nilai awal penerbitan obligasi global Gajah Tunggal senilai US$ 270 juta. Berdasarkan prospektus, perseroan menargetkan jatuh tempo global bond yang baru secepat-cepatnya pada 2026 atau jangka waktu lain yang ditentukan oleh direksi perseroan.

Manajemen Gajah Tunggal menjelaskan, penerbitan surat utang baru akan membuat posisi likuiditas perseroan lebih bagus dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini mengingat surat utang baru akan memperpanjang jatuh tempo kewajiban perseroan dari jangka pendek menjadi jangka panjang.

Tahun lalu, Gajah Tunggal membukukan laba bersih Rp 320,37 miliar, meningkat 19,05% dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 269,1 miliar. Sedangkan penjualan turun 15,69% menjadi Rp 13,43 triliun pada 2020 dibandingkan 2019 sebesar Rp 15,93 triliun.

Lonjakan laba bersih tersebut didukung oleh penurunan beban penjualan, umum dan administrasi, serta beban keuangan. Keuntungan juga ditopang oleh perolehan keuntungan lain-lain bersih senilai Rp 102,74 miliar. Adapun dengan kas dan setara kas perseroan akhir 2020 melonjak menjadi Rp 1,04 triliun dari Rp 635,18 miliar. Sedangkan jumlah liabilitas perseroan turun dari Rp 12,62 triliun menjadi Rp 10,92 triliun.

Tahun ini, Gajah Tunggal mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 30-40 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kinerja perseroan. Belanja modal tersebut akan difokuskan untuk perawatan dan peremajaan mesin-mesin serta alat berat. Selain itu, capex akan dipakai untuk melunasi akuisisi tanah PT Softex Indonesia.

Obligasi Global Marak

Selain Gajah Tunggal, beberapa emiten lain juga menerbitkan obligasi global tahun ini. Pertama adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang menerbitkan obligasi global sebesar US$ 1,75 miliar. Perseroan mendapatkan permintaan hingga US$ 11,4 miliar dari obligasi global dengan dual tranche tersebut.

Adapun Indofood CBP menerbitkan global bond dari tranche pertama sebesar US$ 1,15 miliar. Obligasi ini memiliki tenor 10 tahun dan tingkat bunga 3,39%. Dari obligasi ini, Indofood CBP berhasil mendapatkan permintaan sebesar US$ 7,4 miliar atau lebih besar 6,4 kali dari obligasi yang diterbitkan.

Kemudian, Indofood CBP juga menerbitkan obligasi global sebesar US$ 600 juta dengan tenor 30 tahun dan tingkat bunga 4,47%. Obligasi ini mendapatkan kelebihan permintaan 6,7 kali atau mencapai US$ 4 miliar.

Di lain pihak, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sukses menerbitkan obligasi global senilai US$ 300 juta dengan tenor 7 tahun dan tingkat kupon 4,875%. Penawaran surat utang tersebut meraih respons positif dari investor luar negeri dengan pesanan yang masuk hingga lebih dari US$ 2 miliar atau oversubscribed 6,7 kali.

Sementara itu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menyelesaikan tender offer pembelian kembali (buyback) obligasi global (global bond) tahap awal sebesar US$ 32,55 juta. Dengan buyback ini, jumlah obligasi global yang tersisa mencapai US$ 235,23 juta.

Perseroan berhasil membeli pokok surat utang sebesar US$ 32,55 juta dari jumlah penyelesaian awal atas tender offer sebesar US$ 33,4 juta. Adapun tujuan dari buyback ini untuk mengoptimalkan dan mengelola kas internal perseroan. Selain itu, perseroan juga bisa mengelola profil utang dan struktur permodalan perusahaan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN