Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi menunjuk secara resmi menunjuk dua orang komisaris baru

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi menunjuk secara resmi menunjuk dua orang komisaris baru

Gelar RUPSLB, Solusi Sinergi Digital (WIFI) Tunjuk Komisaris Baru

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:47 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi menunjuk secara resmi menunjuk dua orang komisaris baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada 18 Mei 2022 secara daring melalui eASY.KSEI.

RUPSLB yang dipimpin oleh ex Menteri Kominfo Rudiantara sebagai komisaris utama tersebut menyetujui serta menunjuk Yune Marketatmo sebagai Komisaris baru menggantikan Emily Bonosusatya dan Doni Satiaji Soetadi yang ditunjuk sebagai Komisaris Independen menggantikan Raymond Pribadi.

Sekilas mengenai Yune Marketatmo adalah pemain lama dalam industri telekomunikasi selama lebih dari 28 tahun. Jabatan terakhir Yune yakni sebagai Chief Operating Officer (COO) dari Indosat Mega Media, sementara Doni Satiaji Soetadi berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri ritel, perbankan, hingga transportasi. Doni juga dikenal aktif dalam berinvestasi pada berbagai perusahaan rintisan, pun pernah dipercaya sebagai Chairman UBER Indonesia selain diposisi lainya menjabat sebagai strategic partner dari Ismaya Group.

Baca juga: BEI: Performa Empat Indeks ESG Ungguli LQ45

Dengan kehadiran keduanya, Surge berharap dapat tetap berfokus mengusung konsep solusi-preneur atau enabler dari transformasi digital di Indonesia melalui 3 pilar bisnis utama yaitu konektivitas, pemenuhan kebutuhan sehari-hari (Daily Needs), serta media periklanan dan hiburan terintegrasi, yang tentunya didukung keunggulan pengembangan sistem aplikasi yang meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Dengan pengalaman yang selama ini dimiliki oleh keduanya baik dalam industri telekomunikasi, perbankan, transportasi, dan ritel dapat melengkapi serta memberikan warna yang berbeda bagi perkembangan bisnis Surgem” jelas CEO Surge Hermansjah Haryono. 

Kedepan Surge tetap konsisten dalam menghadirkan konektivitas dengan kapasitas tinggi dan berkualitas serta mempercepat transformasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia melalui tiga pilar bisnis yang terintegrasi baik konektivitas, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan media hiburan.

Baca juga: Tingkatkan Kecerdasan Finansial Indonesia, Sucor Sekuritas Resmi Rilis SPOT

Sebelumnya Surge melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave), melelang secara online kapasitas bandwidth hingga 3.000 Gbps (3 Tbps) dengan minimum pemesanan 10 Gbps kepada para penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) melalui situs lelangbandwidth.com.

Bandwidth atau kapasitas maksimum data yang dikirimkan melalui koneksi internet dalam jangka waktu tertentu merupakan kebutuhan dasar ISP agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin meningkat.

Surge melalui Weave pun menawarkan layanan leased line dan clear channel dalam lelang bandwidth ini. Kedua layanan tersebut ditawarkan untuk segmen Ring 1A (Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bandung) yang didukung jaringan serat optik Surge yang beroperasi sejak awal 2022.

Baca juga: Laba Meningkat, Tugu Insurance (TUGU) Tebar Dividen Rp 126,6 Miliar

"Melihat perkembangan akses internet yang sekarang menjadi bagian penting dalam aktivitas keseharian masyarakat, kami mengajak para ISP lokal untuk menghadirkan konektivitas berkualitas tinggi dan lebih terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Hermansjah menambahkan, kurang dari sebulan, hampir 50% kapasitas bandwidth yang perseroan tawarkan habis terlelang lantaran karena prosesnya mudah, transparan, dan harganya terjangkau. Melalui model lelang bandwidth secara online tersebut, para ISP juga akan mudah membeli bandwidth dari backbone provider layaknya berbelanja di marketplace.

Program lelang ini berlangsung sejak 5 April 2022 hingga akhir Mei 2022 atau sampai seluruh kapasitas maksimum telah sepenuhnya terserap dengan potensi pendapatan perseroan mencapai Rp 180 miliar per tahun.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN