Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk.

Aktivitas pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk.

Golden Energy Mines Tinjau Ulang 'Rights Issue'

Senin, 12 April 2021 | 22:42 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) meninjau ulang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Hal ini dilakukan setelah porsi saham publik atau free float perseroan dinilai telah mencapai 7,5% atau sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines Sudin mengatakan, setelah induk usaha perseroan, Golden Energy Resources Ltd (GEAR) merealisasikan divestasi 4,5% saham perseroan dengan nilai transaksi Rp 718,67 miliar kepada Ascend Global Investment Fund SPC, maka dana tersebut milik GEAR  dan bukan untuk pengembangan usaha perseroan. 

“Mengenai peninjauan ulang rights issue, kami akan melakukan public expose insidentil pada 22 April untuk menjelaskan perihal ini ke publik sesuai arahan BEI,” kata dia kepada Investor Daily, Senin (12/4).

Seperti diketahui, Golden Energy Mines telah melakukan registrasi atas rencana pelaksanaan HMETD melalui aplikasi SPRINT Otorits Jasa Keuangan (OJK) masing-masing pada  3 Desember 2020, 28 Desember 2020, dan 22 Februari 2021. 

Berdasarkan penjelasan manajemen ke BEI, perseroan rutin melakukan diskusi dengan GEAR, dan GEAR menyadari bahwa pelaksanaan HMETD perseron tidak cukup baik terutama dalam hal penyerapan saham yang ditawarkan dalam proses ini. Alhasil, GEAR sebagai pemegang saham pengendali perseroan melakukan pendekatan atas opsi-opsi yang dapat dilakukan oleh GEAR untuk memenuhi Ketentuan V.1 Peraturan Bursa No. I-A, sehingga suspensi saham perseroan dapat dicabut oleh Bursa.

Dengan pencabutan suspensi saham perseroan nantinya diharapkan saham perseron dapat kembali diperdagangkan secara normal. GEAR berpendapat, nilai pasar saham perseroan bisa lebih objektif sesuai dengan kinerja perseroan, sehingga meningkatkan nilai dari perseroan dan GEAR. 

“Selain itu, karena fasilitas utang yang diterima oleh GEAR, terdiri dari surat utang dan fasilitas bank dijamin dengan gadai saham GEAR di perseroan. Jika delisting saham perseroan terjadi, maka dapat berdampak pada financing cost GEAR,” jelas manajemen.

Adapun Ascend Global yang membeli saham divestasi GEAR dinyatakan bukan perusahaan yang terafiliasi dengan perseroan. Acsend Global merupakan perusahaan dana investasi milik Ascend Capital Advisors Pte Ltd, yang terdaftar di Singapura sebagai perusahaan pengelola dana berlisensi. 

Ascend Global sebelumnya pernah bermitra dengan GEAR dalam pembentukan usaha patungan, Golden Investments (Australia) Pte Ltd. Sementara, Golden Investment merupakan induk dari Stanmore Coal Ltd.

Tahun ini, GEAR bersiap lebih agresif menanam investasinya untuk bisnis tambang emas di luar negeri. Perseroan berniat menambah investasi senilai Aus$ 75 juta pada pemilik tambang emas di Queensland, Australia, yaitu Ravenwood Gold Group Pty Ltd. Investasi ini akan menambah investasi awal yang sebelumnya senilai Aus$ 70 juta.

Tambang emas Ravenswood berlokasi 130 kilometer (km) ke arah selatan dari Townsville, Queensland, Australia. Tambang ini telah beroperasi dan menghasilkan 54.000 ons emas per akhir 2019. Tambang ini tercatat memiliki 3,74 juta ons sumber daya emas dan 2,60 juta ons total cadangan emas per 30 September 2020.

Tak hanya emas, GEAR pun berniat memperluas bisnis inti dengan memasukkan bisnis logam mulia, logam dasar dan mineral. Logam mulia yang dimaksud meliputi emas dan perak. Sementara logam dasar serta mineral termasuk tembaga, kobalt, zinc, nikel dan ferroalloy.

 Secara geografi, negara-negara yang menjadi fokus bisnis logam mulia dan logam dasar GEAR antara lain Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan Indonesia. Strategi diverisikasi bisnis dinilai bisa membuat GEAR memiliki tambahan arus kas dan meraih banyak peluang dari produk-produk yang dihasilkan oleh logam mulia dan logam dasar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN