Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Foto: Perseroan.

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Foto: Perseroan.

Grup Indomobil Incar Pinjaman US$ 200 Juta

Senin, 8 Maret 2021 | 06:01 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indomobil Finance Indonesia, anak usaha PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), menjajaki club deal loan senilai US$ 200 juta. Perseroan telah mengumumkan penggalangan pinjaman tersebut kepada para bankir dan diharapkan bisa disepakati pada April 2021.

CEO Indomobil Finance Gunawan mengatakan, pinjaman luar negeri tersebut akan dimanfaatkan untuk modal kerja pembiayaan pada 2021 dan awal 2022. “Karena bank yang akan berpartisipasi sudah cukup banyak, jadi bentuk pinjaman bukan sindikasi, melainkan club deal loan,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (7/3).

Gunawan menegaskan, pihaknya fokus pada pelanggan yang ada dengan rekam jejak pembayaran angsuran kendaraan yang baik pada tahun ini. Perseroan juga menerapkan strategi yang lebih selektif dalam melakukan proses persetujuan kredit, lantaran sampai saat ini pandemi masih berlangsung.

Tahun ini, emiten otomotif dan pembiayaan mendapat sentimen positif dari relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang berlaku mulai 1 Maret. Relaksasi ini untuk mendorong pemulihan industri manufaktur, salah satunya industri otomotif yang terdampak berat akibat pandemi Covid-19. Insentif penurunan tarif PPnBM tersebut diberlakukan untuk kendaraan bermotor segmen di bawah 1.500 cc.

Menurut Gunawan, pihaknya berharap ada peningkatan penjualan, walaupun waktu relaksasi pembebasan PPnBM hanya berlangsung singkat, yakni tiga bulan. Seperti diketahui, PPnBM dikenakan pada saat kendaraan diserahkan dari pabrikan kepada distributor. Perlu diperhatikan, saat ini banyak kendaraan yang sudah di tangan para dealer. Artinya, PPnBM atas unit kendaraan tersebut sudah dibayarkan.

“Kami menilai, perlu dicermati bagaimana strategi pengenaan harga jual yang akan dijalankan oleh masing-masih brand, apakah cukup menarik minat calon pembeli?” tutur dia.

Tahun lalu, Indomobil Sukses Internasional tercatat bekerjasama dengan para mitra strategisnya demi mendongkrak penjualan. Salah satunya ketika Indomobil menyelesaikan transaksi akuisisi 75% saham PT Nissan Motor Distributor Indonesia dari Nissan Motor Co Ltd pada November 2020.

Perseroan melalui anak usahanya, PT IMG Sejahtera Langgeng, sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kemitraan strategis dengan Nissan Motor Co Ltd pada 6 Agustus. Kemudian, perjanjian jual beli bersyarat saham Nissan Motor Distributor ditandatangani pada 30 September.

Tahun lalu, operasi Nissan di Indonesia mulai tertekan yang ditandai dengan penutupan pabrik di Karawang, Jawa Barat, pada Maret 2019. Kemudian, Nissan menghentikan produksi mobil murah, merek Datsun sejak Januari 2020.

Dengan dikuasai Indomobil, merek Nissan memulai strategi penjualan produk anyar mobil elektrik compact SUV bernama Nissan Kicks e-Power pada November. Mobil ini sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Baterai lithium-ion mengoptimalkan tenaga untuk pengalaman berkendara yang lebih hemat energi.

Bisnis Logistik

Indomobil juga memperkuat kerja sama dengan Seino Holdings Co Ltd untuk bisnis truk logistik. Sebelumnya, Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional Jusak Kertowidojo mengatakan, perseroan telah menjalin kerja sama dengan Seino lewat perusahaan patungan (joint venture/JV) bernama PT Seino Indomobil Logistics Services, dengan perseroan menguasai mayoritas saham. JV tersebut telah beroperasi sejak 2016.

“Bisnis truk logistik kami dengan Seino berkembang pesat. Jumlah armada truk saat ini sudah 5.400 unit. Kami percaya perkembangannya akan sangat signifikan ke depan,” kata dia, baru-baru ini.

Menurut Jusak, perseroan optimistis terhadap bisnis kendaraan logistik lantaran sektor fast moving consumer goods (FMCG) yang merupakan pelanggan perseroan masih menjadi sektor yang prospektif, apalagi setelah pandemi berakhir. Selain akan menambah armada, perseroan juga selalu meningkatkan kualitas pengemudi truk melalui berbagai pelatihan.

Sebagai informasi, Indomobil merupakan agen pemegang merek (APM) dari Nissan, KIA, Audi, Suzuki, hingga alat berat dan truk Volvo dan Hino. Khusus untuk KIA, Indomobil sudah memasarkan produk KIA melalui PT Kreta Indo Artha sejak 2019. “Untuk produksi mobil KIA, perseroan akan menggunakan fasilitas pabrik yang sudah ada,” ujar Jusak.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN