Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Paparan publik virtual PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP), Kamis (10/12/2020).

Paparan publik virtual PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP), Kamis (10/12/2020).

Gunung Raja Paksi akan Investasi Hingga Rp 6,8 Triliun

Kamis, 10 Desember 2020 | 17:17 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 6,8 triliun pada 2021-2023. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai ekspansi fasilitas produksi hingga perluasan pasar ekspor.

Direktur Gunung Raja Paksi Budi Raharjo Legowo mengatakan, ada dua investasi yang besar yang dikejar perseroan, yakni pengembangan mesin light section mill dan medium section mill. Sejauh ini, pemasangan mesin sudah mencapai 65% dan ditargetkan mulai commissioning pada kuartal II atau kuartal III-2021.

“Untuk mengembangkan mesin tersebut, perseroan akan bekerja dengan pembuat mesin dari Jerman dengan pemberian fasilitas financing,” kata dia dalam paparan publik secara virtual, Kamis (10/12).

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Gunung Raja Paksi Abednedju Giovano Warani Sangkaeng mengatakan, strategi lain yang dilakukan untuk mendukung kinerja adalah modernisasi dan ekspansi fasilitas produksi. Selain itu, perseroan mengembangkan sistem dan produk yang baru.

Untuk meningkatkan transparansi dan sinergi, perseroan melakukan transformasi melalui kerjasama dengan IBM dan SAP Indonesia. Aplikasi ini ditargetkan selesai pada kuartal III-2021. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan tercipta standarisasi proses dan mekanisme pada kinerja yang terstruktur, impelementasi global benchmark dan professional tools.

Budi Raharjo menambahkan, untuk mendukung kinerja, dibutuhkan otomatisasi pemantauan, kontrol atas kinerja finansial, dan peningkatan transparansi di seluruh unit bisnis. Dengan berbagai strategi tersebut, perseroan berharap bisa menekan rugi bersih menjadi di bawah US$ 10 juta tahun ini. Tahun lalu, perseroan membukukan rugi bersih sebesar US$ 20 juta. Tahun depan, Gunung Raja Paksi berharap kinerja bisa lebih baik dengan perkiraan penjualan sebanyak 1,1 juta ton baja.

Hingga kuartal III-2020, Gunung Raja Paksi mencatat peningkatan produksi sebesar 35,73% menjadi 292.555 metrik ton (MT) dari 215.536 MT pada kuartal II-2020. Namun, angka tersebut masih di bawah realisasi kuartal I-2020 mencapai 350.983 MT, produksi pada kuartal I-2020 masih menurun. "Peningkatan produksi diikuti oleh keberhasilan perseroan menekan rugi bersih menjadi US$ 4,15 juta dari US$ 11,74 juta pada kuartal II-2020," jelas Abednedju.

Dari sisi aset, perseroan membukukan aset sebesar US$ 1,01 miliar pada September 2020, menurun 5% dari akhir 2019 yang mencapai US$ 1,06 miliar. Penurunan aset ini disebabkan oleh penurunan inventory sebesar 37% menjadi US$ 170,03 juta.

Meki demikian, aset tetap perseroan meningkat 11% menjadi US$ 753,76 juta pada September 2020 dari US$ 677,17 juta pada akhir 2019. “Peningkatan aset tetap berasal dari pengakuan right of use dari implementasi PSAK 73,” lanjut dia.

Sedangkan pinjaman jangka pendek perseroan tercatat sebesar US$ 41,23 juta pada akhir September 2020 atau menurun 142% dibandingkan akhir 2019 yang mencapai US$ 200,47 juta. Penurunan pinjaman ini diakibatkan oleh rendahnya pembelian inventory dan juga terdapat pergeseran persediaan pembelian dari menggunakan L/C menjadi utang usaha.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN