Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Harga Emas Mekoket, Tembus US$ 1.800/Ounce

Rabu, 8 Juli 2020 | 07:36 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

CHICAGO, Investor.id - Emas berjangka terus meroket menembus level psikologis US$ 1.800 per ounce pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Lonjakan kasus baru Covid-19 di AS membuat investor berburu logam mulia yang dianggap sebagai aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik US$ 16,4 atau 0,91% dan ditutup pada US$ 1.809,90 per ounce.

Sehari sebelumnya emas berjangka juga naik US$ 3,5 atau 0,2% menjadi US$ 1.793,50 per ounce.

"Setiap kali ada ketakutan, itu selalu menjadi faktor pendukung untuk emas, apakah itu virus corona, atau ketakutan terhadap ekonomi yang tidak berjalan baik," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS. "Emas akan terus membuat reli baru," tambahnya.

Langkah-langkah stimulus besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi virus corona telah mendukung emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Harga telah naik lebih dari 18% sepanjang tahun ini.

Melonjaknya kembali kasus virus corona di AS membuat investor "gugup lagi," Presiden Bank Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada Selasa (7/7/2020) bahwa pemulihan ekonomi akan menempuh jalan panjang.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 11,7 sen atau 0,63% menjadi ditutup pada US$ 18,699 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 25,5 atau 3,04% menjadi ditutup pada US$ 863,2 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN