Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)

Harga Jual CPO Naik, Austindo Cetak Laba dari Sebelumnya Rugi

Minggu, 1 November 2020 | 11:04 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) membukukan laba bersih sebesar US$ 1,4 juta hingga kuartal III-2020 dibandingkan per kuartal III-2019 yang mencatat rugi bersih US$ 5,9 juta. Peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan penjualan lainnya.

Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 28,6% menjadi US$ 118,4 juta pada kuartal III-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai US$ 92,07 juta. Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Investor Daily, Sabtu (31/10), peningkatan pendapatan tersebut ditopang kenaikan rata-rata harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan inti sawit (palm kernel/PK). Segmen ini berkontribusi sebesar 98,6% atau sebesar US$ 116,7 juta.

Peningkatan juga didukung pertumbuhan penjualan segmen sagu sebesar 34,86% menjadi US$ 935,8 ribu, dibandingkan periode Januari-September 2019 mencapai US$ 693,9 ribu. Kenaikan ini dipicu peningkatan volume penjualan. Kontribusi lainnya disumbangkan segmen energi terbarukan sebesar US$ 418,8 ribu, meningkat 17,08% dari pencapaian hingga kuartal III-2019 sebesar US$ 357,7 ribu. Perolehan ini disebabkan oleh lebih rendahnya pemadaman mesin di kuartal III-2020, seiring dengan perbaikan jaringan PLN.

Pertumbuhan pendapatan juga ditopang pertumbuhan penjualan segmen edamame senilai US$ 342,7 ribu, naik 84,44% dari US$ 185,8 ribu pada kuartal III-2019. Meningkatnya segmen ini disebabkan oleh naiknya volume penjualan dan harga jual.

Kemudian, perseroan mencatat beban usaha sebesar US$ 16,6 juta, naik 92,6% dari hingga kuartal III-2019 senilai US$ 8,6 juta. Kenaikan ini dipicu atas peningkatan beban penjualan sebagai dampak dari pajak ekspor CPO yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia saat harga CPO mencapai US$ 750/mt serta kenaikan pungutan ekspor CPO dari US$ 25/mt menjadi US$ 55/mt sejalan dengan kenaikan harga jual CPO.

Selain itu, beban keuangan perseroan yang merupakan beban bunga atas pinjaman naik 52,94% menjadi US$ 2,6 juta sampai kuartal III-2020 dari US$ 1,7 juta pada kuartal III-2019. Perseroan menyebutkan dimulainya operasi komersial atas pabrik pengolahan CPO perseroan di Papua Barat sejak 1 Januari 2020 bersama dengan sejumlah area tanam perkebunan Papua Barat yang telah masuk kategori menghasilkan berimbas terhadap peningkatan bunga pinjaman yang digunakan untuk mendanai pengembangan aset tersebut tidak dapat lagi dikapitalisasi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN