Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara

ilustrasi harga minyak sumber: Antara

Harga Minyak Menguat, tapi Catat Kerugian Mingguan yang Tajam

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:45 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Menghapus beberapa kerugian minggu ini karena data pertumbuhan pekerjaan AS yang kuat, tetapi mengakhiri pekan ini di level terendah sejak Februari, diguncang oleh kekhawatiran resesi dapat memukul permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September bertambah 47 sen (0,5%) menjadi menetap di US$ 89,01 per barel. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menguat 80 sen (0,9%) menjadi ditutup di US$ 94,92 per barel.

Untuk minggu ini, patokan minyak mentah AS turun 9,7%, sementara Brent turun 8,7%, berdasarkan kontrak bulan depan.

Pertumbuhan pekerjaan AS secara tak terduga meningkat pada Juli karena data penggajian nonpertanian (NFP) meningkat 528 ribu pekerjaan, kenaikan terbesar sejak Februari, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/8/2022).

"Ini adalah data ekonomi yang kuat yang mendukung kenaikan pasar minyak hari ini," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.

Baca juga: Saham-saham Inggris, Jerman, dan Prancis Ditutup Melemah

Pedagang minyak minggu ini telah resah tentang inflasi, pertumbuhan ekonomi dan permintaan, tetapi tanda-tanda pasokan yang ketat membuat harga relatif bertahan.

Jumlah rig minyak, indikator awal produksi masa depan, turun tujuh menjadi 598 dalam seminggu hingga 5 Agustus, penurunan mingguan pertama dalam 10 minggu, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan dalam laporannya yang diikuti secara ketat pada Jumat (5/8/2022).

Kekhawatiran resesi telah meningkat sejak peringatan bank sentral Inggris (BoE) pada Kamis (4/8/2022) tentang penurunan berlarut-larut setelah menaikkan suku bunga terbesar sejak 1995.

"Jelas, semua orang menganggap ancaman resesi jauh lebih serius karena kami masih melihat pasar yang sangat ketat dan produsen tidak memiliki kapasitas untuk mengubahnya," kata Craig Erlam, analis pasar senior di Oanda di London.

Baca juga: Harga CPO Berakhir Positif

Persediaan masih relatif ketat, dengan harga didorong masih lebih tinggi daripada bulan-bulan mendatang, struktur pasar yang dikenal sebagai backwardation.

Kelompok produsen OPEC+ sepakat minggu ini untuk menaikkan target produksi minyaknya sebesar 100 ribu barel per hari (bph) pada September, tetapi ini adalah salah satu kenaikan terkecil sejak kuota tersebut diperkenalkan pada tahun 1982, data OPEC menunjukkan.

Kekhawatiran pasokan diperkirakan akan meningkat mendekati musim dingin, dengan sanksi Uni Eropa yang melarang impor minyak mentah dan produk minyak Rusia melalui laut mulai berlaku pada 5 Desember.

"Dengan Uni Eropa menghentikan impor Rusia melalui laut, ada pertanyaan kunci apakah produsen Timur Tengah akan mengalihkan barel mereka ke Eropa untuk mengisi kekosongan. Bagaimana kebijakan sanksi minyak Rusia ini terguncang akan menjadi salah satu masalah paling penting yang harus diperhatikan selama sisa tahun ini," kata analis RBC Michael Tran.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com