Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Harum Energy. Foto: DEFRIZAL

Proyek Harum Energy. Foto: DEFRIZAL

Harum Energy Borong Saham Nickel Mines Rp 393 Miliar

Kamis, 17 Desember 2020 | 14:55 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM) memborong 39 juta saham Nickel Mines Ltd senilai Aus$ 36,74 juta atau setara Rp 393 miliar. Nickel Mines adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Australia.

Direktur Utama Harum Energy Ray Gunara mengatakan, pembelian saham dilakukan pada 15 Desember 2020. "Dengan pembelian tersebut, Harum Energy memiliki 4,88% saham Nickel Mines," ungkap dia dalam keterangan tertulis.

Ray menegaskan, pembelian saham Nickel Mines merupakan upaya Harum Energy mendiversifikasikan usaha perseroan ke sektor non-batu bara. Kendati Nickel Mines adalah perusahaan yang tercatat di bursa efek luar negeri, namun seluruh operasinya berada di Indonesia.

"Kami menilai Nickel Mines memiliki prospek yang positif, sehingga tidak tertutup kemungkinan untuk meningkatkan kepemilikan pada kemudian hari, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar," ujar dia.

Tahun ini, perseroan menargetkan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 8 juta. Belanja modal ini digunakan untuk properti pertambangan, pemeliharaan kapal tunda dan tongkang, alat berat, serta sarana dan prasarana.

Hingga semester I-2020, perseroan sudah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 2 juta. Belanja modal tersebut sudah digunakan untuk penambahan properti pertambangan di Mahakam Sumber Jaya (MSJ), pemeliharaan kapal tunda dan tongkang, serta pemeliharaan kendaraan.

Dari sisi produksi, perseroan menargetkan produksi batu bara sebanyak 3,5-4 juta ton tahun ini. Hingga semester I-2020, realisasi produksi batu bara perseroan sebesar 1,7 juta ton. Sedangkan penjualan ada semester I-2020 sudah mencapai 1,6 juta ton, turun 21,7% dibandingkan pada semester I-2019 yang mencapai 2,1 juta ton. Penurunan penjualan seiring dengan penurunan harga batu bara sebesar 7,5% menjadi US$ 58,3 per ton pada semester I-2020.

Pada semester I-2020, Tiongkok masih menjadi tujuan utama penjualan batu bara, yakni sebanyak 57%. Kemudian, diikuti Thailand 15% dan Korea Selatan 14%.

Dari sisi kinerja, Harum Energy masih bisa membukukan peningkatan laba bersih 73% menjadi US$ 21,9 juta pada semester I-2020. Meskipun, pendapatan turun 26,6% menjadi US$ 102,5 juta. Sedangkan beban pokok pendapatan bisa ditekan 30,3% ke angka US$ 71,2 juta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN