Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Harum Energy Jajaki Akuisisi US$ 390 Juta

Jumat, 25 September 2015 | 06:06 WIB
ah

JAKARTA – PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana mengakuisisi perusahaan batubara dengan dana sebesar US$ 390 juta. Perseroan akan menggunakan kas internal dan stand by loan untuk aksi korporasi tersebut.

 

Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara mengatakan, saat ini perseroan memiliki kas internal sebesar US$ 190 juta dan stand by loan senilai US$ 200 juta untuk kebutuhan ekspansi.

 

“Kami akan memanfaatkan likuiditas perseroan untuk mengambil kesempatan dari kondisi pasar saat ini yang telah memberikan peluang akuisisi yang lebih besar,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (23/9).

 

Meskipun begitu, Ray mengakui, perseroan saat ini masih mengevaluasi peluang-peluang yang ada. “Namun, ketika peluang untuk akuisisi sudah dapat, dana bukan menjadi masalah bagi perseroan, tambah Ray.

 

Dia mengungkapkan, rencana akuisisi tersebut digagas sejak 2013, tetapi belum dapat direalisasikan. Namun, dia bersyukur akuisisi belum terlaksana tahun lalu atau dua tahun lalu.

 

“Kalau setahun lalu beli mungkin sekarang menyesal, karena sekarang lebih murah,” tuturnya. Selain strategi anorganik, perseroan juga berencana mengembangkan bisnis hilirnya, yaitu masuk ke bisnis pembangkit listrik (power plant). Rencana tersebut saat ini masih dijajaki perseroan.

 

“Tapi kami tidak akan masuk ke bisnis itu sebagai operator,” kata Ray. Menurut dia, kemungkinan besar perseroan akan mendirikan perusahaan patungan (joint venture/ JV) dengan perusahaan lain atau hanya memasok batubara ke power plant. “Kami masih evaluasi terus peluangnya,” ujar Ray.

 

Ray mengungkapkan, pasar batubara sedang lesu saat ini. Dia memperkirakan, lesunya pasar kurang lebih akan berlangsung hingga tahun depan. Sepanjang semester I – 2015, produksi batubara Harum Energy tercatat sebanyak 2,3 juta ton atau lebih rendah dari realisasi produksi semester I tahun lalu sebanyak 3,8 juta ton.

 

Seluruh produksi batubara perseroan berasal dari PT Mahakam Sumber Jaya MSJ, karena PT Santan- Batubara (SB) hingga saat ini masih menghentikan produksi sementara. Ray mengungkapkan, produksi SB masih menunggu harga batubara membaik agar operasionalnya tidak rugi.

 

“SB cadangannya tidak terlalu besar, jadi fleksibilitasnya tidak banyak, tidak seperti MSJ,” jelasnya. (fik)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN