Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adi Sarana Armada Tbk melalui anak usahanya bisnis pengiriman barang dan dokumen, PT Tri Adi Bersama, meluncurkan BisnisAja untuk menggarap segmen pengiriman barang korporasi.

PT Adi Sarana Armada Tbk melalui anak usahanya bisnis pengiriman barang dan dokumen, PT Tri Adi Bersama, meluncurkan BisnisAja untuk menggarap segmen pengiriman barang korporasi.

IFC Suntik Modal Adi Sarana Armada Sebesar US$ 31 Juta

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:22 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — International Finance Corporation (IFC) menyuntikan modal sebesar US$ 31 juta atau setara dengan Rp 451 miliar kepada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan bisnis perseroan dan mendukung sektor pelayanan logistik pengiriman ekspres.

Berdasarkan keterangan resmi, Rabu (28/7), pengembangan yang akan dilaksanakan perseroan berupa pengembangan bisnis initi pada bidang sewa kendaraan kantor. Selain itu, perseroan akan memperluas layanan logistik ekspres PT Tri Adi Bersama atau Anteraja dan memperluas jejal logistik e-commerce di Indonesia.

Perluasan jaringan layanan Anteraja bertujuan untuk memberikan untung bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM), penunjang pekerjaan utama di Indonesia, serta jutaan pengusaha wanita yang mengandalkan pasar e-commerce yang berkembang pesat sebagai sumber utama perdagangan dan pendapatan.

Anteraja merupakan penyedia logistik ekspres yang berbasis teknologi pertama di Indonesia dan memperkejakan lebih dari 15 ribu kurir, serta mengirimkan lebih dari 700 ribu pesanan paket per hari. Anteraja juga berafiliasi dengan salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia dan salah satu perusahaan pengiriman ekspres terbesar, serta berbasis teknologi di Tiongkok.

“Kami menghargai kepercayaan dan kemitraan IFC, anggota Grup Bank Dunia khususnya di masa-masa krusial seperti ini. Kami menyambut IFC untuk menjadi pemegang saham perseroan setelah konversi daripada obligasi konversi,” ujar Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto.

Menurut Prodjo, dukungan yang diberikan oleh IFC tentu akan membantu perseroan untuk terus membangun bisnis yang berkelanjutan di semua lini bisnis dan meningkatkan kinerja Adi Sarana Armada.

Investasi IFC dilakukan melalui penerbitan obligasi konversi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia dan merupakan salah satu yang pertama sejak pembaruan peraturan di 2019 yang baru-baru ini diberlakukan untuk meningkatkan hak-hak pemegang saham minoritas, menarik perhatian investor internasional dan memperdalam pasar modal di Indonesia.

Investasi IFC di Adi Sarana Armada selaras dengan prioritas strategisnya di Indonesia dan merupakan contoh bagaimana sektor swasta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan logistik dan konektivitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Wakil Presiden IFC Asia dan Pasifik Alfonso Garcia Mora mengatakan, investasi penting ini akan membuka akses ke layanan barang dan jasa yang tentunya menguntungkan jutaan orang yang tinggal di luar kota-kota besar di Indonesia, termasuk mereka yang hidup di daerah berpenghasilan lebih rendah.

“Pandemi Covid-19 menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, sehingga investasi seperti ini menjadi sangat penting dan diharapkan dapat membantu menjaga dan menciptakan lapangan kerja baru kedepannya,” ujar Alfonso.

Dengan dukungan dana ini, Adi Sarana Armada akan meningkatkan cakupan layanan dan jejak teknologi Anteraja, kemitraan perseroan dengan IFC akan membantu mempercepat pengembangan ekosistem Anteraja dengan solusi logistik berkualitas tinggi dan hemat biaya serta mengatasi kesenjangan penyedia jasa logistik ekspres di pasar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN