Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik menampikan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik menampikan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Berpeluang Lanjutkan Koreksi, Pantau Saham Ini

Selasa, 1 Desember 2020 | 07:56 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan berpotensi lanjutkan pelemahan dalam kisaran pergerakan 5.500-5.660. Sedangkan beberapa saham ini, ACES, ASII, BBCA, CPIN, ERAA, KLBF, layak dicermati.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan setelah break out support MA5 yang menjadi support kuat selama bulan November. Pola wave 3 dari cycle elliot wave terlihat berakhir dan mencoba membentuk wave 4 yang memiliki target ideal secara FR dikisaran 5.500.

Indikator stochastic dead-cross pada area oversold dengan indikator MACD yang mulai terlihat divergence negatif pada zona overvalue. “Hal ini memperkuat peluang, IHSG secara teknikal berpotensi melemah menguji support MA20 pada kisaran 5.500 dengan saham-saham yang mulai dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACES, ASII, BBCA, CPIN, ERAA, dan KLBF,” ujarnya dalam riset di Jakart, kemarin.

Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi pelemahan bursa Wall Street semalam, yaitu indeks Dow Jones sekitar 0,91% danNasdaq melemah 0,06%. Begitu juga harga beberapa komoditas mengalami penurunan yang bisa menjadi sentimen negatif terhadap emiten komoditas.

Kemarin, IHSG anjlok 170,92 poin (-2.95%) ke level 5612.42 setelah sempat tertekan hingga lebih dari 3 persen. Pelemahan dipicu penurunan harga saham-saham sektor infrastruktur (-5,00%), aneka industri (-3,92%), dan keuangan (-3,31%). Penurunan dipengaruhi atas aksi jual investor asing hingga membukukan penjualan bersih senilai Rp 2,69 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN