Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan harga saham di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor memantau pergerakan harga saham di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Berpeluang Masuk ke Zona 5.800, Begini Strateginya

Minggu, 29 November 2020 | 22:10 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diperkirakan cenderung menguat, dengan kisaran pergerakan di level 5.750-5.810. Meski demikian, pemodal tetap harus memantau beberapa sentimen yang bisa menghambat laju indeks.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, sentimen yang bisa menghambat laju IHSG adalah MSCI rebalancing. Menurut dia, sentimen ini dapat berpengaruh negatif terhadap IHSG. “Untuk awal pekan, ada potensi buka di zona hijau dan tutup di zona merah,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (29/11).

Sentimen lainnya yang akan mempengaruhi laju indeks dari dalam negeri adalah rilis data inflasi yang diharapkan menunjukkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dari luar negeri, peningkatan permintaan batu bara juga dapat berdampak positif terhadap IHSG.

Dengan adanya sentimen tersebut, investor disarankan untuk melakukan buy and hold. Hal itu mengacu seiring data-data ekonomi yang kemungkinan lebih baik dari bulan sebelumnya. Kemudian, harga sejumlah saham sudah mulai naik, namun masih belum kembali ke harga semula.

Menurut Chris, investor perlu memperhatikan sektor konsumsi dan properti yang berpotensi kembali menguat. Selain itu, sektor komoditas juga dapat menjadi pilihan, sebab dari sisi permintaan cenderung baik.

Investor bisa melirik saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Secara terpisah, analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, IHSG dalam sepekan ke depan berpotensi bergerak mixed dengan rentang 5.715-5.950. Indeks masih memiliki peluang menguat kembali ke atas level 5.783.

Berdasarkan data RTI, pada perdagangan Jumat (27/11), IHSG ditutup menguat 23,41 poin (0,4%) ke level 5.783,3. Level tertinggi indeks mencapai 5.795,8 dan terendah 5.745,8.

Adapun sentimen global yang akan mempengaruhi laju IHSG dalam sepekan ke depan adalah perkembangan vaksin Covid-19 dan sinyal perbaikan ekonomi 2021, serta penguatan harga beberapa komoditas. “Untuk sentimen domestik, dari rilis data ekonomi berupa PMI, inflasi, dan business confidence,” tutur dia.

Menurut Hendriko, para investor dapat memulai mencari saham yang masih lagging untuk masuk ke dalam pasar. Selain itu, investor juga dapat hold saham-saham blue chip yang sudah memulai masuk tren peningkatan. 

Di lain pihak, analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, IHSG dalam sepekan ke depan masih berpeluang menguat. Namun, indeks juga masih berpotensi terkoreksi karena kenaikan sudah signfikan. “Untuk saat ini, patokan support IHSG terdekat di 5.715,” ujar dia.

Adapun sentimen yang akan mempengaruhi laju indeks dari dalam negeri adalah rilis data inflasi, data indeks manufaktur dan, data kunjungan turis. “Sedangkan dari luar negeri, investor tengah menimbang prospek vaksin Covid-19 yang dapat digunakan segera,” ujar dia. Sentimen eksternal lainnya adalah The Fed diproyeksikan meningkatkan pembelian aset dari kecepatan saat ini sebesar US$ 120 miliar sebulan.

Sebab itu, pemodal dapat melakukan trading buy dalam sepekan ke depan. Namun, jika indeks terkoreksi, pemodal bisa mengambil kesempatan untuk buy on weakness. Strategi ini disarankan karena sudah memasuki Desember, dimana biasanya terjadi aktivitas window dressing.

“Untuk prioritas saham boleh pilih saham-saham LQ45, terutama BUMN. Pemodal juga bisa koleksi saham pertambangan dan agrikultur karena baru saja mendapat sentimen positif,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN