Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Cenderung Naik, Cermati ADHI, ADRO, BJBR, CTRA, INDY, MAPI, PGAS, dan UNVR

Rabu, 23 September 2020 | 08:25 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat dalam kisaran 4.880-4.990 pada perdagangan hari ini. Sedangkan beberapa saham yang masih dapat dicemati secara teknikal adalah ADHI, ADRO, BJBR, CTRA, INDY, MAPI, PGAS, dan UNVR.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal, IHSG bergerak gap down menjauh dari level psikologis 5.000. Indikator Stochastic masih menunjukkan signal bearish IHSG dan mengarah oversold. Indikator RSI bergerak bearish mendekati area oversold dengan signal belum terlihat reversal momentum.

“Sehingga secara teknikal IHSG masih berpotensi tertekan mendekati level lower bollinger bands pada support resistance 4880-4990. Saham-saham yang masih dapat dicemati secara teknikal, yaitu ADHI, ADRO, BJBR, CTRA, INDY, MAPI, PGAS, UNVR,” tulisnya di Jakarta, kemarin.

Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi penutupan bursa Wall Street semalam, yaitu indeks Dow Jones ditutup menguat 0,52%, indeks Nasdaq naik hingga 1,71%, dan S&P500 naik sapai 1,05%. Sedangkan indeks future ketiga bursa menunjukkan pelemahan di pagi hari ini.

Kemarin, IHSG ditutup melemah sebesar 65,27 poin (-1.31%) ke level 4934.09 dengan saham-saham sektor pertanian (-2.50%) dan keuangan (-1.97%) memimpin pelemahan indeks. Sentimen menjenuhnya harga CPO yang telah naik lebih dari 3000 ringgit per ton menjadi faktor utama aksi profit taking saham-saham produsen CPO pada perdagangan hari selasa. Investor asing melakukan aksi jual bersih saham Rp 632,47 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN