Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

IHSG Masih Bertenaga, Jangan Lewatkan ACES, SMGR, PTPP, WIKA

Minggu, 26 Juni 2022 | 22:21 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diproyeksi melanjutkan penguatan ke kisaran level 7.080-7.100. Level support indeks di kisaran 6.950-6.859 dan resistance di 7.100-7.120 serta 7.180-7.200.

Equity Research PT Kanaka Hita Solvera, Raditya menjelaskan bahwa secara teknikal, jika tembus 7.100, IHSG berpeluang menuju level 7.200. Meski demikian, investor mesti tetap waspada, apabila indeks ternyata turun di bawah 6.859.

Advertisement

Saat ini, menurut dia, kondisi ekonomi global masih serba tidak pasti akibat inflasi tinggi. "Pada kuartal III-2022, worst case kami untuk IHSG dapat kembali ke level 6.600-6.500. Untuk kuartal IV, kami masih menunggu informasi lanjutan data fundamental maupun teknikal," beber Raditya kepada Investor Daily, Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Tahan Banting! IHSG Peringkat 3 di Dunia

Adapun beberapa sentimen penguat IHSG berasal dari data ekonomi makro Indonesia yang tergolong stabil sampai saat ini. Kemudian, pemulihan ekonomi nasional masih terus berjalan (penyaluran kredit masih lancar) dan proses transisi pandemi menuju endemi.

Sedangkan sentimen yang berpotensi menekan IHSG, lanjutnya, bila terjadi perubahan fundamental pada ekonomi makro Indonesia dimana inflasi keluar dari range yang ditentukan Bank Indonesia (plus minus 1 dari 3% pada tahun ini).

Apabila hal itu terjadi, Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga yang selanjutnya bakal berpengaruh pada penurunan jumlah kredit dan menghambat pemulihan ekonomi.

Raditya menyebutkan sektor-sektor saham yang dapat menjadi penopang kenaikan IHSG dan mencatatkan kenaikan tertinggi sampai akhir tahun 2022 di antaranya sektor barang konsumsi, barang baku, dan konstruksi.

Baca juga: Kuartal II-2022, Pertumbuhan Ekonomi Berkisar 4,8% hingga 5,3%

Sedangkan saham-saham yang berpeluang menekan IHSG adalah saham-saham emiten yang memiliki rasio utang (debt to equity ratio/DER) tinggi. Terlebih, jika BI ternyata mulai menaikkan suku bunga pada semester II, imbasnya saham-saham yang memiliki DER tinggi akan memperberat laju IHSG.

Sementara itu, untuk sepekan ke depan, dia merekomendasikan investor beberapa saham potensial, yaitu saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). “ACES rekomendasi buy dengan target harga Rp 970, SMGR Rp 8.300, PTPP Rp 1.060, dan WIKA Rp 1.120,” ujar Raditya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN