Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

IHSG Masih Loyo, TOWR Direkomendasikan Buy

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:44 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dibuka amblas 9,64 poin (0,14%) di level 7.006 pada sesi I, IHSG masih loyo pada pembukaan perdagangan sesi II, Selasa (28/6/2022). IHSG tercatat melemah 42,89 poin (0,61%) di level 6.973. IHSG pun bergerak memerah di rentang 6.960-7.012. Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan TOWR buy untuk perdagangan di sesi II. 

Sebanyak lebih dari 13,3 miliar saham telah diperdagangkan selama pembukaan sesi II. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 7,27 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 723.348 kali transaksi. Sebanyak 212 saham mencatatkan kenaikan, 298 saham terkoreksi, dan 164 saham stagnan. Pada pembukaan sesi II, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 terkoreksi 3,53 poin (0,35%) ke level 1007,2.

Advertisement

Pada pembukaan sesi II, bursa saham Asia bergerak menghijau. Straits Time (Singapura) terkerek 0,03%, Hang Seng (Hong Kong) naik 0,71%, Nikkei (Tokyo) menanjak 0,66%, dan Shanghai (Tiongkok) meningkat 0,77%.

Baca juga: Bakal Ada PMN dan Investor Strategis, Garuda (GIAA) Mau Dua Kali Rights Issue Tahun Ini

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, IHSG dan indeks pasar saham regional Asia secara bersamaan bergerak melemah yang tampaknya terpengaruh kondisi ekonomi global yang diprediksi akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini seiring sikap bank sentral di seluruh negara yang menyusun rencana agresif untuk menaikkan suku bunga dalam upaya untuk memadamkan inflasi tertinggi.

“Sehingga ini membuat pasar cemas kedepannya muncul gelombang resesi global,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, IMF memberikan outlook akan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonominya. IMF memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS hanya tumbuh 2,9% pada 2022. Di sisi lain pelaku bisnis juga mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Baca juga: Ini Dia Hasil RUPST GOTO, GoTo Segera Private Placement 10% dan Kevin Aluwi Sah Jadi Komisaris

Hal tersebut, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, tercermin hasil survei perusahaan riset bisnis tersebut menemukan bahwa 60% CEO memperkirakan ekonomi akan kontraksi di wilayah operasi utama mereka dalam 12-18 bulan ke depan. Sekitar 15% CEO yakin wilayah mereka telah memasuki resesi.

Sementara dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pasar mencermati rencana pemerintah melarang ekspor nikel timah. Pasar kuatir larangan tersebut akan memberikan efek pada turunnya penerimaan negara.

“TOWR. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.005-1.095. PER: 15,68x dan PBV: 3,95x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN