Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi harga emas. Foto: Pixabay

Ilustrasi harga emas. Foto: Pixabay

Imbal Hasil Obligasi AS Lebih Tinggi, Emas Tergelincir

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:47 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB, 17 Agustus 2022), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut dengan harga berada di bawah level psikologis US$ 1.800 akibat tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$ 8,40 atau 0,47% menjadi ditutup pada US$ 1.789,7 per ounce, setelah mencapai level terendah sesi pada US$ 1.786 per ounce.

Harga emas berjangka jatuh US$ 17,4 atau 0,96% menjadi US$ 1.798,1 pada Senin (15/8/2022), setelah menguat US$ 8,3 atau 0,46% menjadi US$ 1.815,5 pada Jumat (12/8/2022), dan jatuh US$ 6,5 atau 0,36% menjadi US$ 1.807,2 pada Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Harga CPO Naik

"Kenaikan baru-baru ini yang membawa emas ke level US$ 1.800 tetap cukup utuh, kecuali penutupan terendah US$ 1.780 ditembus," kata Kepala Strategi Teknis di SKCharting, Sunil Kumar Dixit.

Harga emas bisa tetap berada di bawah US$ 1.800 hingga risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) Juli dirilis pada Rabu waktu setempat.

Risalah Fed semakin penting setelah lonjakan dalam laporan pekerjaan AS untuk Juli meredakan kekhawatiran atas kemungkinan resesi. Data inflasi minggu lalu menunjukkan perlambatan bulanan terbesar dalam kenaikan harga konsumen sejak 1973.

Pedagang saat ini menilai Fed kurang hawkish, dengan dana Fed berjangka menunjukkan peluang lebih besar bagi para pejabat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin ketika mereka bertemu pada September, daripada 75 basis poin seperti yang telah mereka lakukan pada dua pertemuan terakhir.

Baca juga: Minyak Jatuh ke Level Terendah 6 Bulan

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa (16/8/2022) tampak beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa konstruksi rumah baru AS turun 9,6% yang disesuaikan secara musiman pada Juli menjadi 1,45 juta unit, sementara izin bangunan untuk rumah baru turun 1,3% menjadi 1,67 juta pada Juli.

Federal Reserve melaporkan pada Selasa (16/8/2022) bahwa indeks produksi industri AS naik 0,6% pada Juli, lebih tinggi dari ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,3%.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 18,7 sen atau 0,92% menjadi ditutup pada US$ 20,08 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 2,3 atau 0,25% menjadi ditutup pada US$ 931,3 per ounce.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com