Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MNC Group.

MNC Group.

Indonesia Transport akan Disuntik Aset oleh Hary Tanoe Rp 2,6 Triliun

Rabu, 1 Desember 2021 | 23:40 WIB
Ely Rahmawati

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) akan mengambil alih PT Bhakti Coal Resources (BCR), induk usaha sembilan perusahaan batu bara di Sumatra Selatan, dari PT MNC Investama Tbk (BHIT). Indonesia Transport & Infrastructure beserta MNC Investama merupakan unit usaha Grup MNC yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo. Adapun nilai injeksi aset itu senilai US$ 181,9 juta atau setara Rp 2,6 triliun.

Indonesia Transport & Infrastructure telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan MNC Investama untuk mengakuisisi 99,33% saham Bhakti Coal Resources, perusahaan induk dari sembilan perusahaan batu bara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Kedua pihak menyepakati harga transaksi pembelian sebesar US$ 140 juta atau setara Rp 2 triliun atau 23% lebih rendah dari valuasi BSPC dan PMC. Berdasarkan KJPP Kusnanto & Rekan, nilai valuasi gabungan 100% BSPC dan 53,84% PMC mencapai US$ 181,9 juta.

“Adapun harga pembelian sebesar US$ 140 juta ini sudah mencakup tujuh IUP lainnya yang dimiliki BCR,” ungkap manajemen Indonesia Transport & Infrastructure dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12).

IUP yang dimiliki BCR antara lain PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC), sudah dalam tahap produksi, dengan perkiraan produksi sebesar 2,5 juta metrik ton tahun ini. Sedangkan PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE) akan mulai memproduksi batubara pada 2022.

Lima IUP lainnya, PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Primaraya Energi (PE), dan PT Putra Mandiri Coal (PUMCO) akan mulai beroperasi dalam satu atau dua tahun mendatang. Total luas area pertambangan untuk sembilan IUP tersebut adalah 74.004 Ha.

Estimasi total sumber daya BSPC dan PMC yaitu sebesar 130,7 juta MT dan 76,9 juta MT dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT. Kisaran GAR BSPC dan PMC adalah 2.800 – 3.600 kkal/kg. Berdasarkan data internal BCR, tujuh IUP lainnya memiliki estimasi total sumber daya hingga lebih dari 1,4 miliar MT.

Hingga akhir 2021, pendapatan BCR diperkirakan mencapai US$ 74,8 juta dengan EBITDA US$ 33 juta. BCR akan meningkatkan produksinya menjadi 8 juta metrik ton pada 2022 dan 12 juta metrik ton pada 2023.

BCR juga memiliki infrastruktur pendukung seperti dermaga dan jalan angkut sepanjang 12 km. BCR akan membangun dermaga dan jalan angkut baru untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan jarak angkut yang pendek 12-17 km dari pit pertambangan ke dermaga dan rasio pengupasan yang rendah, biaya produksi BSPC dan PMC cukup rendah, sehingga memberikan margin yang besar pada harga jual batu bara saat ini.

“Karena akuisisi tersebut merupakan transaksi material, IATA harus memenuhi semua aturan yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan peraturan terkait lainnya, terutama untuk mengalihkan izin usaha penerbangan IATA ke anak perusahaan baru,” papar manajemen.

Indonesia Transport akan membiayai akuisisi tersebut melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan seluruh proses transaksi akan selesai pada semester 1 tahun 2022. Untuk mendapatkan momentum dari kenaikan harga batu bara, eksplorasi pertambangan lebih lanjut akan dilakukan untuk menemukan lebih banyak sumber daya dan cadangan batu bara baru, terutama di PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE) yang diyakini memiliki cadangan batu bara yang melimpah. Sebelumya, perseroan telah mengumumkan rencana akuisisi tambang batu bara pada Oktober 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN