Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jaringan telekomunikasi Indosat Ooredoo, (IST)

Jaringan telekomunikasi Indosat Ooredoo, (IST)

Indosat Resmi Jual Menara Rp 10,47 Triliun

Rabu, 5 Mei 2021 | 22:53 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indosat Tbk (ISAT) menjual sebanyak 4.247 menara telekomunikasi kepada PT EPID Menara Assetco. Nilai keseluruhan dari penjualan menara itu mencapai Rp 10,47 triliun.

Sekretaris Perusahaan Indosat Billy Nikolas Simanjuntak mengatakan, perseroan memiliki rencana investasi dari tahun 2018 hingga beberapa tahun ke depan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. "Untuk mempercepat rencana itu, perseroan mempertimbangkan inisiatif anorganik untuk menjual menara," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5).

Karena itu, perseroan menyetujui untuk menjual dan menyewa kembali 4.247 menara telekomunikasi tersebut. Proses transaksi yang dibagi dalam 5 paket ini diharapkan bisa rampung sebelum 30 Juni 2021.

Dengan adanya penjualan menara ini, perseroan bisa mempercepat peningkatan layanan kepada pelanggan. Perseroan juga bisa mengoptimasi struktur permodalan melalui percepatan pembayaran sejumlah pinjaman.

Billy mengungkapkan, setelah menjual menara tersebut, Indosat berencana menyewa kembali sebanyak 4.085 dari menara yang dijual. Penjualan menara itu juga tidak seluruhnya berada di atas tanah milik ketiga, karena itu Indosat juga menyewakan sekitar 680 bidang tanah selama 10 tahun kepada EPID Menara. Nilai dari penyewaan tanah itu mencapai Rp 186,34 miliar dan penjualan menara sebesar Rp 10,28 triliun sehingga nilai total transaksi mencapai Rp 10,47 triliun.

Adapun EPID Menara yang menjadi pemenang dalam lelang tersebut adalah perusahaan Indonesia yang berkedudukan di Jakarta. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT EPID Menara Holdco dan EP ID Holdings Pte Ltd.

Sebelumnya, Indosat juga aktif menjual menaranya. Pada 2019, Indosat menjual 3.100 menaranya kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Sebanyak 2.100 menara dilepas kepada Mitratel, sedangkan 1.000 menara dilepas kepada Protelindo. Dari hasil penjualan 3.100 menara tersebut, Indosat meraih dana segar Rp 6,39 triliun

Indosat juga sempat menjual menara pada 2012 dengan melepas 2.500 menara kepada PT Tower Bersama Infrastcructure Tbk (TBIG) senilai US$ 519 juta.  Dengan nilai tukar rupiah saat itu, transaksi tersebut mencapai Rp 4,76 triliun.

Tahun ini, Indosat mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 8 triliun, tak berbeda jauh dibanding realisasi capex tahun lalu yang sebesar Rp 8,67 triliun. Perseroan tetap melanjutkan peningkatan dan perluasan jaringan dengan fokus menggelar jaringan 4G.

President Director and CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengatakan, perseroan terus menjalankan strategi tiga-tahun perusahaan dan menjaga momentum pertumbuhan meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Pihaknya optimistis pendapatan bisa bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan industri operator selular, sementara marjin EBITDA diharapkan sekitar batas bawah level 40% pada tahun ini.

“Peningkatan jaringan ini merupakan bagian dari upaya perseroan mendukung transformasi digital Indonesia yang sejalan dengan rencana ekonomi digital pemerintah,” jelas dia saat paparan kinerja, baru-baru ini.

Sepanjang 2020, Indosat membukukan kenaikan pendapatan 6,9% menjadi Rp27,9 triliun dan pendapatan seluler tumbuh sebesar 11,6% menjadi Rp 23,1 triliun, jika dibandingkan dengan 2019.

Sementara itu, EBITDA sepanjang 2020 tumbuh 16% mencapai Rp11,4 triliun. Hal ini akibat pertumbuhan pendapatan yang baik serta fokus perusahaan atas efisiensi operasional. Marjin EBITDA tercatat sebesar 40.9%, tumbuh sebesar 3,2 basis poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN