Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas sedang membersihkan lantai dengan latar monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.  Foto ilustrasi: BeritaPhoto/Uthan

Petugas sedang membersihkan lantai dengan latar monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: BeritaPhoto/Uthan

Investor Asing Beli Saham Sinarmas Multiartha di Pasar Negosiasi Rp 2,25 Triliun

Senin, 21 Juni 2021 | 16:38 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Pembelian bersih (net buy) saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) oleh investor asing di pasar negosiasi senilai Rp 2,25 triliun menjadikan investor asing merealisasikan pembelian bersih saham hari ini. Sedangkan investor asing di pasar reguler justru mencetak penjualan bersih (net sell) saham hingga Rp 159,06 miliar.

Sedangkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini ditutup melemah 10,87 poin (0,18%) menjadi 5.996,25. IHSG bergerak cukup fluktuatif dalam rentang 5.884,92-6.021,49 dengan nilai transaksi Rp 13,577 triliun.

Pelemahan indeks dipicu atas penurunan berbagai sektor saham, kecuali saham sektor kesehatan melonjak 8,9%, transportasi dan logistil 1,15%, dan sektor consumer non cyclicals 0,61%. Sedangkan penurunan terdalam melanda 1,61%, consumcer cyclicals 1,73%, sektor properti dan real estat 1,54%.

Meski indeks melemah sebanyak 14 saham ini justru melonjak hingga auoro reject atas (ARA), yaitu didominasi saham emiten sektor farmasi dan rumah sakit PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC), PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAS), PT Kimia Farma Tbk (INAF), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).

Lonjakan juga melanda sejumlah saham sektor perbankan buku II seperti saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dan PTBank Harda Internasional Tbk (BBHI). Kenaikan harga saham juga didukung penguatan saham setkor teknologi, seperti saham PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) dan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN