Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rosan Roeslani. (Sumber: Investor Daily/EMRAL)

Rosan Roeslani. (Sumber: Investor Daily/EMRAL)

Jadi Dubes RI untuk AS, Rosan Roeslani Mundur dari Bumi

Kamis, 26 Agustus 2021 | 05:54 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mundur dari jabatan presiden komisaris PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Rosan mendapat penugasan baru dari Pemerintah Indonesia sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).

“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Rosan Perkasa Roeslani sebagai presiden komisaris dan komisaris independen. Pengunduran diri ini karena beliau mendapat penugasan baru dari Pemerintah Republik Indonesia untuk menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat,” ungkap manajemen Bumi Resources, Rabu (25/8).

Selanjutnya, perseroan akan melaksanakan proses sebagaimana yang diatur dalam anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bumi Resources merupakan perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Tahun ini, perseroan menargetkan produksi sebanyak 85-88 juta ton. Sebelumnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, anak usaha perseroan, yaitu PT Arutmin, telah memenuhi persyaratan Domestic Market Obligation (DMO). Dileep memastikan tahun ini juga akan berlaku hal yang sama.

Dia juga memastikan bahwa sampai saat ini belum ada perubahan rencana produksi. “Kami berharap dapat mencapai panduan volume produksi tahun 2021 sebesar 85-88 juta ton atau lebih tinggi dari tahun 2020 yang sebanyak 81 juta ton, dengan harga jauh di atas harga tahun lalu," jelas Dileep.

Baru-baru ini, Bumi menyatakan bahwa pihaknya menjalankan operasi bisnis yang lebih efisien dan memangkas emisi karbon. Perseroan berkomitmen menurunkan emisi Green House Gas (GHG) 314 juta ton CO2. Hal ini dilakukan sebagai implementasi dari aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG).

“Dalam rangka upaya menghambat dan mereduksi dampak tersebut, kami berkomitmen untuk menjalankan operasi bisnis yang lebih efisien dan mengurangi emisi karbon dalam setiap aktivitas usaha kami,” kata Deputy President Director Bumi Resources Adika Nuraga Bakrie.

Komitmen tersebut juga dibuktikan perseroan dengan merilis Laporan Keberlanjutan 2020 kelima berjudul “Membangun Ketahanan di Tengah Ketidakpastian untuk Menjaga Keberlanjutan (Building Resiliency Amid Uncertainty to Maintain Sustainability)”.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN