Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Jelang Libur Panjang Bursa Saham, Ini Saran untuk Pemodal

Minggu, 25 Oktober 2020 | 19:59 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak mendatar sepanjang dua hari perdagangan menjelang libur panjang. Hal itu dipengaruhi oleh minimnya sentimen dari dalam maupun luar negeri.

Equity Analyst Phillip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, sentimen yang akan mempengaruhi indeks dalam dua hari perdagangan ke depan adalah aksi tunggu investor terhadap rilis data ekonomi dalam negeri dan PDB kuartal III-2020 pada awal November 2020. Adapun sentimen luar negeri datang dari hasil pemilu Amerika Serikat (AS).

“Karena perdagangan hanya dua hari, kemungkinan IHSG bergerak tipis dalam artian rentang indeks tidak terlalu besar dan potensi pergerakan indeks mendatar saja,” kata dia kepada Investor Daily.

Indeks diperkirakan bergerak pada level support 5.084 dan level resistance 5.135. Sedangkan investor disarankan untuk mencermati saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan target harga Rp 432, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 3.380, dan PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) Rp 4.100.

Sementara itu, analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan level support 5.063 dan resistance 5.155. Investor dapat memantau saham sektor properti, seperti saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Lebih lanjut, investor juga bisa memperhatikan saham sektor aneka industri dan agrikultur, seperti PT Astra Internatioal Tbk (ASII), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Hendriko menambahkan, pergerakan IHSG dalam dua hari perdagangan ke depan cenderung minim sentimen menjelang libur panjang. Adapun sentimen yang dapat diperhatikan oleh para investor adalah paket stimulus AS dan perkembangan kasus Covid-19 secara global. Sedangkan dari dalam negeri adalah perkembangan distribusi vaksin Covid-19 yang diprediksi mundur dari rencana semula.

Untuk menghadapi perdagangan yang singkat tersebut, investor dapat memanfaatkan momentum pelemahan, apabila terjadi koreksi pada indeks untuk melakukan aksi buy on weakness selama saham-saham tersebut masih berada pada tren naik. “Investor juga perlu untuk memantau saham-saham yang memiliki fundamental baik, namun masih berada pada fase downtrend dan melakukan akumulasi ketika pergerakan menurunnya mulai terbatas,” ujar dia.

Secara terpisah, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG dalam dua hari perdagangan ke depan berpeluang menguat dengan level support 5.063 - 5.001 dan level resistance 5.135-5.182.

Sentimen dalam nengeri yang akan mempengaruhi laju indeks adalah perkiraan pemerintah terkait Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan terkontraksi -1% hingga -2,9%. Kemudian seluruh komponen pembentuk PDB diperkirakan mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif pada kuartal III.

Lebih lanjut, sektor konsumsi rumah tangga diproyeksikan turun 1,5% sampai 3% dan investasi juga masih mengalami tekanan dengan perkiraan antara -6,4% sampai -8,5%. Kemudian, pertumbuhan ekspor diperkirakan berada dalam kisaran -8,7% sampai -13,9% dan impor juga masih mengalami tekanan.

“Sedangkan untuk keseluruhan tahun 2020 pertumbuhan ekonomi diperkirakan pada kisaran -0,6% hingga 1,7%. Biarpun tumbuh negatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik di bandingkan negara-negara lain yang menghadapi pandemi Covid 19,” tutur dia.

Adapun sentimen dari global, menurut Hans, menjelang pemilu AS ada potensi gelombang biru, dimana Partai Demokrat berpeluang memenangi kursi kepresidenan, mendapatkan mayoritas kursi Senat dan tetap mengendalikan DPR. Dia menyampaikan bahwa gagasan sapu bersih Partai Demokrat akan mempermudah mendorong lebih banyak stimulus fiskal pada masa mendatang.

Sementara itu, Biden diperkirakan akan membelanjakan anggaran negara lebih banyak untuk mengatasi pandemi covid 19 dibandingkan dengan Trump saat ini. Hal ini mendorong pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara lain. Namun, ada dampak dari perombakan pajak Biden pada pasar keuangan karena pajak perusahaan berpeluang naik. Pelaku pasar saat ini lebih berharap kemenangan Biden salah satunya karena ingin perang dagang AS dengan Tiongkok, Eropa dan Meksiko segera berakhir.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN