Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: DAVID

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: DAVID

Jualan Moncer, Sido Muncul Incar Laba Bersih Naik 15%

Kamis, 9 September 2021 | 15:00 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) hingga akhir tahun 2021 menargetkan penjualan dan laba bersih masing-masing bertumbuh lebih dari 10% dan 15%. Untuk memuluskan target ini, ekspansi produk baru hingga perluasan pasar jadi strategi andalan.

Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard menjelaskan, pihaknya optimistis target yang telah ditetapkan oleh perseroan dapat tercapai dengan mudah. Pasalnya, pada masa pandemi perseroan mengalami lonjakan permintaan permintaan produk herbal dan suplemen kesehatan seperti Tolak Angin, Minuman Jahe, Vitamin C dan lainnya.

“Bahkan, kami yakin dapat melebihi target, lantaran pada semester pertama 2021 saja, Sido Muncul sudah menunjukkan growth hingga 21%. Tren peningkatan permintaan pun, sudah terasa pada kuartal-III 2021,” jelasnya dalam Public Expose Live di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/9).

Leonard menambahkan, Sido Muncul telah menyiapkan beberapa strategi, pertama dengan menambah produk baru dan memperluas pasar untuk meningkatkan brand awareness.

Meski belum bisa menyebutkan apa saja produk baru tersebut, sepanjang semester pertama 2021, perseroan sudah meluncurkan 9 produk herbal baru. Secara total, produk baru perseran yang diluncurkan dari awal tahun 2020 berkontribusi hingga 3% terhadap total penjualan

 “Kami juga memperluas jaringan outlet hingga mencapai 125 ribu sebagian besar  grosir dan retailer terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan akses konsumen untuk memperoleh produk SIDO di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kedua, yakni dengan mempertahankan momentum penjualan ekspor pada negara tujuan seperti Nigeria, Filipina dan juga Malaysia sebagai kontributor utama pemasukan dari luar negeri.

Sebelumnya, perseroan mengutarakan niatnya untuk menambah negara tujuan ekspor baru seperti Vietnam, Myanmar dan juga negara-negara Afrika. Akan tetapi, mengingat ketidakpastian saat ini masih cukup besar, perseran memutuskan untuk menunda sementara rencana ini dan akan dilanjutkan pada tahun depan.

Kemudian, kinerja perseroan pada akhir tahun juga akan ditopang oleh segmen penjualan melalui kanal online yang sejauh ini berkontribusi cukup besar. Hingga semester pertama 2021, mampu bertumbuh hingga 11 kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Hal itu, didukung dengan perubahan kecenderungan berbelanja kebutuhan sehari-hari via online, ini yang menjadi pondasi kuat bagi kita untuk fokus pada pengembangan transformasi digital dan kita sudah bekerjasama dengan lebih dari 20 commerce dan marketplace di Indonesia,” kata Leonard.

Keempat, sebagai key player industri consumer herb di Indonesia, Sido Muncul melakukan bisnis improvement untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan usaha. Semisal pada melakukan investasi pada energi terbarukan dengan melakukan pemasangan solar panel di area pabrik. Selain itu, perseroan juga  membanguan green house yang akan digunakan untuk pengembangan bibit tanaman herbal dan juga fasilitas bioetanol untuk keperluan produksi.

Menurut Leonard, Sido Muncul telah berada pada posisi yang tepat di pasar, terutama  karena produk perseran yang mengusung konsep kesehatan dimana sangat cocok pada saat pandemi atau setelah pandemi usai. Sehingga, bisnis perseroan sangat resilien dengan atau tanpa pandemi, tetap bertumbuh.

“Produk-produk unggulan dari SIDO sangat siap untuk dipasarkan, ini yang membedakan kita dengan perusahaan lainya,” pungkasnya.

Adapun dari segi keuangan, hingga semester pertama 2021, perseroan mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 13,4% menjadi Rp 1,65 triliun dari sebelumnya Rp 1,46 triliun pada periode yang sama tahun 2020. Secara rinci, peningkatan penjualan ini disumbang oleh Herbal and Supplement yang mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 15%.

Lalu, segmen Food and Beverages tumbuh sebesar 12,2%, dan segmen Pharmaceutical yang mengalami sedikit penurunan dari tahun lalu. Dengan demikian, laba operasi juga meningkat sebesar 22,3%, dengan peningkatan marjin operasi menjadi 37,5% dari sebelumnya 34,8% pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan tercatat mengalami kenaikan sebesar 21,3%, menjadi Rp 502 miliar dari Rp 414 miliar di tahun sebelumnya.

Terakhir, belanja modal perusahaan selama 6 bulan pertama 2021 telah direalisasikan sebanyak Rp 43,5 miliar, dengan total anggaran belanja modal sekitar Rp 180 – 200 miliar di tahun 2021.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN