Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Meneg BUMN Erick Thohir. (ist)

Meneg BUMN Erick Thohir. (ist)

DIGADANG-GADANG DAPAT TEKAN PENYEBARAN COVID-19, IVERMECTIN DIBANDEROL RP 7.000/TABLET

Kapasitas Produksi Obat Ivermectin Indofarma Capai 4 Juta Butir Per Bulan

Rabu, 23 Juni 2021 | 17:16 WIB
Mikael Niman

Bekasi, investor.id – Dalam beberapa hari belakangan, terjadi lonjakan kasus baru positif Covid-19 di Tanah Air. Untuk mengantisipasi terkait masalah ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggeber produksi obat Ivermectin, yang digadang-gadang dapat menekan penyebaran kasus Covid-19.

“Indofarma memproduksi 4 juta (butir) per bulan. Satu keluarga mengonsumsi 20 butir, berarti bisa untuk 200.000 keluarga. Satu keluarga pegang satu botol yang isinya 20 butir, bisa juga untuk pencegahan Covid-19,” kata Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau ketersediaan obat Covid-19 di PT Indofarma Tbk, Kabupaten Bekasi, Senin (21/6/2021).

Obat Ivermectin akan beredar di masyarakat sebagai obat yang murah dan terjangkau oleh masyarakat umum. Saat ini, sudah keluar izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Ivermectin dibanderol Rp 7.000 per tablet. Tentunya, pembelian obat ini dengan menggunakan resep dokter. 

Selain itu, perlu dilakukan uji klinis berikutnya, apabila obat ini dijadikan sebagai obat Covid-19. Namun, di Slovakia, penggunaan obat ini sudah diresmikan sebagai obat Covid-19.

Indonesia dan negara-negara lain pun nantinya ke arah sana, yakni memungkinkan Ivermectin dijadikan sebagai obat Covid-19.

 

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN