Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Samudera Indonesia Tbk. (Foto: Perseroan)

PT Samudera Indonesia Tbk. (Foto: Perseroan)

Katalis Positif bagi Samudera Indonesia (SMDR)

Selasa, 27 September 2022 | 15:54 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait harga saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang mengalami penurunan sejak awal Juni 2022 hingga sekarang.

Hal itu terungkap dari keterbukaan informasi manajemen SMDR dalam menjawab permintaan penjelasan BEI.

Secara lebih tajam, BEI meminta penjelasan mengenai latar belakang penurunan harga saham SMDR sejak awal Juni 2022 sampai sekarang berdasarkan aspek keuangan perseroan, aspek operasional, kondisi industri perseroan, kondisi global, dan faktor lain yang mempengaruhi bila ada.

Baca juga: Saham Samudera Indonesia (SMDR) Anjlok Terus, Ini Sebabnya

Kendati demikian, Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan SMDR Farida Helianti Sastrosatomo menjelaskan, harga saham perseroan relatif stabil pada tingkat kisaran Rp 2.300-2.650 per lembar dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

“Selain itu, perseroan juga melihat bahwa tren penurunan juga dialami pada saham perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha sejenis,” jelasnya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (27/9/2022).

Menurut dia, perseroan meyakini kinerjanya masih akan tumbuh lantaran peningkatan kinerja lebih disebabkan oleh faktor fundamental, di mana perseroan berhasil meningkatkan volume yang dikelola melalui penambahan rute-rute baru pelayaran.

Baca juga: Target Harga Saham Bank Jago (ARTO) Dipatok Rp 18.000, Begini Analisisnya

Selain itu, kontrak bisnis perseroan dengan supplier  dan customer dengan jangka waktu lebih panjang. Juga, rencana strategis perseroan untuk meningkatkan pendapatan pada lini usaha logistik, sektor yang akan memberikan kontribusi usaha relatif stabil terhadap perseroan.

Lebih lanjut, Farida menyatakan, potensi dan perkembangan industri perseroan ke depannya, seperti pertumbuhan pasokan kapasitas pelayaran dunia diproyeksikan masih akan terjadi pada jangka menengah.

Disrupsi alur pasokan logistik global masih berlanjut sehingga hal ini mendorong freight rate masih berada pada tingkat relatif tinggi.

Baca juga: Barito Pacific (BRPT) Bentuk Entitas PT Baru, Untuk Apa?

Lockdown sebagai penanganan pandemi Covid masih dilakukan di Tiongkok sehingga ada potensi relaksasi atas lockdown itu yang akan kembali mendorong aktivitas industri serta volume perdagangan global. Hal itu, jelas Farida, akan menjadi katalis positif industri pelayaran global.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa (27/9/2022), SMDR ditutup melemah 0,84% ke Rp 2.370. Dalam tiga bulan terakhir, SMDR anjlok 26,40%.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com