Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kembali Tertekan, IHSG Dibuka Merah di Level 6.065,52

Jumat, 18 Juni 2021 | 09:06 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ditutup terkoreksi 6,068.44 atau -0.17% Kamis (17/6/2021), IHSG pada perdagangan sesi I Jumat pagi (18/6/2021) ini kembali tertekan, dibuka merah di level 6.065,52.

Seperti dilaporkan BeritasatuTV langsung dari lantai bursa sekitar pukul 09.00 WIB, indeks langsung turun tipis 2,93 poin atau -0,05% ke level 6.065,52.

Kinerja IHSG awal sesi I Jumat pagi (18/6/2021). Sumber: BSTV
Kinerja IHSG awal sesi I Jumat pagi (18/6/2021). Sumber: BSTV

Sebanyak 16 juta lembar saham telah diperdagangkan di menit awal, dengan nilai perdagangan sekitar Rp 61,9 miliar, dan frekuensi perdagangan baru mencapai 2.787 kali transaksi.

Pelemahan IHSG sejalan dengan kinerja bursa regional yang pagi ini terpantau kompak memerah.

Kinerja bursa regional Jumat pagi (18/6/2021). Sumber: BSTV
Kinerja bursa regional Jumat pagi (18/6/2021). Sumber: BSTV
Kinerja bursa regional Jumat pagi (18/6/2021). Sumber: BSTV
Kinerja bursa regional Jumat pagi (18/6/2021). Sumber: BSTV

Prediksi analis

Indosurya Bersinar Sekuritas menyebut gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG terlihat masih belum akan berakhir.

IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.924-6.123.

Namun, peluang kenaikan masih terbuka selama level support dapat dipertahankan di tengah tekanan yang sedang berlangsung, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga turut mewarnai pergerakan IHSG.

Hari ini IHSG masih berpotensi terkonsolidasi.

Saham-saham yang bisa dicermati, antara lain GGRM, JSMR, TLKM, BBRI, ITMG, SMRA, dan TBIG.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih cenderung sideways dalam rentang support 6.050 dan resistance 6.140 pada perdagangan akhir pekan ini (18/6).

IHSG dibayangi oleh potensi berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah, meskipun Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan 7-Day RR Rate di level 3,5% dalam RDG Kamis (16/6).

Pelemahan tersebut dipicu oleh sinyal dari The Fed terkait potensi kenaikan The Fed Rate pada tahun 2023.

Faktor lain adalah ekspektasi pertumbuhan ekonomi. The Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS mencapai 7% yoy pada 2021, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di 6,5% yoy.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,1%-5,1% yoy untuk tahun 2021.

Dalam Global Economic Prospects Juni 2021, World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,4% yoy pada tahun 2021.

Saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya ANTM, ACES, dan BBRI yang berada di support area, serta AGRO, BFIN, MCAS, TBIG, dan PNBS yang berpotensi mengkonfirmasi resistance breakout.

Artha Sekuritas memprediksi IHSG melemah pada perdagangan hari ini dengan bergerak pada kisaran support 6.013-6.040 dan resistance 6.088-6.109.

Pergerakan akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri.

Pergerakan diperkirakan terbatas ditopang oleh pernyataan Bank Indonesia yang meyakini Tapering Off dari Amerika Serikat baru akan terjadi pada awal tahun 2022.

 Victoria Sekuritas memperkirakan untuk perdagangan Jumat (18/6), IHSG masih akan bergerak sideways di range 6.026-6.118.

Perdagangan hari ini akan diwarnai dengan reaksi investor terhadap Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kemarin, dimana Bank Indonesia mempertahankan BI7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%.

Beberapa saham yang secara teknikal layak untuk diperhatikan adalah BBTN, BRIS, BEST, dan WOOD. (ely)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN