Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Adam Radosavljevic (Pixabay)

Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Adam Radosavljevic (Pixabay)

Komisaris BEI dan Dirut Emtek Bergabung ke SPAC

Minggu, 24 Januari 2021 | 22:10 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir dan Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin Widarta Sariaatmadja dinominasikan menjadi direktur Crescent Cove Acquisition Corp, sebuah special purpose acquisition company (SPAC). SPAC atau blank check company tersebut tengah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan akan tercatat di Nasdaq, Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan prospektus yang diajukan ke United States Securities and Exchange Commission (SEC), Crescent Cove Acquisition membidik dana IPO sebesar US$ 200 juta dengan menawarkan 20 juta unit seharga US$ 10 per unit. Setiap 1 unit yang ditawarkan melekat satu saham biasa dan setengah waran, yang dapat dilaksanakan pada harga US$ 11,5. Dalam penawaran ini juga ada opsi penerbitan 3 juta unit tambahan, jika ada penjatahan berlebih atau over-alloments.

Sesuai rencana, unit-unit pada IPO Crescent Cove Acquisition akan tercatat di Nasdaq dengan kode COVAU. Sementara, saham kelas biasa dan waran kelas A perseroan juga akan tercatat masing-masing dengan kode COVA dan COVAW. Unit-unit tersebut ditargetkan mulai tercatat dan diperdagangkan pada hari ke 52 setelah penerbitan prospektus. Pihak yang menjadi sole bookrunner IPO ini adalah Cantor Fitzgerald & Co.

Sebagai SPAC, Crescent Cove Acquisition mencari target perusahaan yang akan diakuisisi pada sektor teknologi di Asia Tenggara. Perseroan akan mengidentifikasi perusahan, antara lain di industri internet, e-commerce, dan software.

Pandu Sjahrir mengakui, jika IPO berjalan sesuai rencana, ini merupakan pertama kali dia bergabung dengan model bisnis SPAC. “Alasan saya bergabung untuk investasi saja,” kata Pandu kepada Investor Daily, Minggu (24/1).

Pandu memiliki rekam jejak panjang dalam dunia investasi dan modal ventura. Sejak November 2017, Pandu merupakan managing partner Indies Capital Partners dan sebelumnya pernah menjabat sebagai managing director di perusahaan private equity, Abraaj Group. Selain itu, Pandu tercatat sebagai komisaris Gojek, PT Shopee International Indonesia, PT Garena Indonesia, PT Airpay International Indonesia, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, PT Toba Bara Energi, and PT Batu Hitam Perkasa.

Sementara itu, Alvin Widarta Sariaatmadja yang merupakan putra dari Eddy Kusnandi Sariaatmadja turut dinominasikan menjadi direktur Crescent Cove Acquisition Corp. Alvin dan Pandu, serta satu calon direktur lain, yakni Jack Smith, akan membantu Jun Hong Heng yang merupakan pendiri Crescent Cove.

Jun Hong Heng bertindak sebagai komisaris, chief executive officer (CEO), dan chief financial officer (CFO) Crescent Cove Acquisition. Sementara, posisi presiden dan direktur akan diisi oleh KV Dhillon. Di luar dewan direksi, CEO Luminar Technologies Austin Russell turut bergabung dengan menjadi senior advisor.

Fenomena SPAC

Kehadiran Crescent Cove Acquisition yang berencana mengakuisisi perusahaan di Asia Tenggara akan menambah daftar SPAC yang telah lebih dahulu IPO pada Januari ini.

Provident Acquisition Corp, SPAC yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), baru saja menyelesaikan IPO saham dan tercatat di Nasdaq, AS. SPAC ini meraih dana segar US$ 230 juta dari IPO.

Provident Acquisition melepas 23 juta unit dengan harga US$ 10 per unit. Jumlah ini termasuk 3 juta unit yang dijual dari porsi penjatahan berlebih penjamin emisi (underwriter). Unit-unit tersebut mulai diperdagangkan dengan kode PAQCU di Nasdaq pada 8 Januari 2021. Pihak yang bertindak sebagai sole bookrunner adalah Citigroup Global Markets Inc.

IPO ini tercatat melibatkan sejumlah anchor investor, antara lain WF Asian Reconnaissance Fund Ltd (Ward Ferry), PT Nugraha Eka Kencana yang merupakan anak usaha Saratoga Investama, dan Aventis Star Investment Ltd yang terafiliasi dengan Provident Group.

Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam IPO Provident Acquisition karena yakin akan kemampuan manajemen sebagai SPAC dalam mengindentifikasi dan mengakuisisi perusahaan yang menjadi target.

“Ini pertama kalinya Saratoga berpartisipasi dalam IPO SPAC,” kata Devin kepada Investor Daily. Tahun ini, menurut dia, perseroan mengalokasikan anggaran investasi sekitar US$ 50-100 juta untuk dikucurkan kepada perusahaan-perusahaan potensial.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN