Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Foto: PTKS

Produk baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Foto: PTKS

Krakatau Seel akan Terbitkan OWK Rp 800 Miliar

Rabu, 23 Juni 2021 | 10:58 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) seri B senilai Rp 800 miliar melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

OWK Seri B Krakatau Steel (KS) merupakan bagian dari penerbitan OWK yang telah disetujui pemegang saham perseroan pada 24 November 2020, dengan jumlah pokok maksimal Rp 3 triliun. Emiten pelat merah  itu  telah menerbitkan OWK seri A pada 30 Desember 2020 senilai Rp 2,2 triliun.

“Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham independen dan pemegang saham bukan terafiliasi, anggota direksi, anggota dewan komisaris, serta pemegang saham utama atau pengendali dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 29 Juli mendatang,” kata Direktur Keuangan KS, Tardi dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (22/6) malam.

Tardi menjelaskan, OWK seri B KS bakal dikonversi menjadi saham baru. Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jika harga konversi saat pelaksanaan berada di bawah nilai nominal saham KRAS, perseroan akan menerbitkan saham seri C dengan nilai nominal sebesar harga konversi.

Dia menambahkan, OWK KS terdahulu (seri A) senilai Rp 2,2 triliun diterbitkan melalui mekanisme PMTHMETD dalam rangka Program Investasi Pemerintah - Pemulihan Ekonomi Nasional (PIP-PEN) sekaligus untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan.

Adapun OWK seri B yang juga menjadi bagian PIP-PEN, diterbitkan untuk memperbaiki posisi keuangan dan mendukung likuiditas, termasuk untuk modal kerja. “Hasil penerbitan OWK seri B antara lain akan digunakan untuk membeli slab (baja pelat) yang saat ini harganya naik,” ujar dia.

SMI Jadi Pelaksana

Sesuai kesepakatan skema PIP-PEN, menurut Tardi, pemerintah melalui menteri keuangan (menkeu) akan bertindak sebagai pemodal. Sedangkan pelaksana investasinya adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/SMI.

“OWK seri B akan diterbitkan dengan tenor sampai 30 Desember 2027 sejak tanggal diterbitkan. Pembayaran kupon dilakukan semi-annual basis,” tutur dia.

Dia mengungkapkan, pembayaran kupon OWK seri B periode kupon 1 dilakukan selambat-lambatnya pada 30 April tahun berikutnya (1 Juli sampai 31 Desember). Sedangkan pembayaran kupon OWK seri B periode kupon 2 dilakukan selambat-lambatnya 31 Oktober tahun berjalan (1 Januari sampai 30 Juni).

“Harga konversi mengacu pada sedikitnya 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan hasil PMTHMETD,” papar dia.

KS, kata Tardi, wajib mengonversi OWK seri B menjadi saham saat jatuh tempo atau setelah terjadinya kelalaian. Konversi dihitung berdasarkan nilai pokok OWK seri B yang terutang pada tanggal konversi dibagi harga konversi pada tanggal jatuh tempo.

Tardi menegaskan, rencana transaksi OWK seri B diproyeksikan berpengaruh positif terhadap operasional dan kondisi keuangan KS. “Tambahan modal kerja ini dapat mengantisipasi kenaikan harga bahan baku slab, sehingga perseroan mampu mempertahankan kinerja baiknya serta mendukung PIP-PEN untuk memulihkan permintaan pada pasar industri baja nasional,” tandas dia.

Harga Saham

Berdasarkan data BEI, menjelang penutupan sesi I siang ini (Rabu, 23/6), saham KRAS berada di level Rp 550, melemah 30 poin (5,1%), dengan market cap Rp 10,7 triliun. Dalam sepekan, KRAS anjlok 11,3%, dalam sebulan turun 9,8%, dalam tiga bulan melorot 18,5%, sedangkan selama tahun berjalan (year to date/ytd) melejit 29,7%.

Dengan  laba bersih disetahunkan (annualized) 2021 sebesar Rp 1,2 triliun, KRAS memiliki price to earning ratio (PER) 8,39 kali, price to book value (PBV) 1,54 kali, return on asset (RoA) 2,56%, dan return on equity (RoE) 18,33%.

 

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN