Menu
Sign in
@ Contact
Search
Minyak goreng kemasan. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Minyak goreng kemasan. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Laba Bersih Emiten Penghasil Minyak Goreng Bimoli Melesat 101%

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:06 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten produsen minyak goreng dengan merek Bimoli, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 441 miliar di semester I-2022, melesat 101% dibanding periode sama tahun lalu Rp 219 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang tingginya harga jual produk dan efisiensi yang dilakukan perseroan.

“Pada semester I-2022, Grup SIMP meraih kinerja keuangan yang positif serta peningkatan margin, terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit serta upaya-upaya kami dalam pengendalian biaya dan efisiensi. Kondisi cuaca yang kurang mendukung telah memengaruhi produksi tandan buah segar (TBS) inti kami. Namun secara kuartalan, kami telah melihat pemulihan produksi pada kuartal II-2022 dibandingkan kuartal I-2022," kata Direktur Utama Grup SIMP Mark Wakeford dalam keterangan resmi, yang dikutip pada Minggu (14/8/2022).

Baca juga: Astra Agro (AALI) Tabur Rp 497 Miliar di Kebun Sawit, untuk Apa?

Wakeford memaparkan, produksi TBS inti perseroan turun 6% yoy menjadi 1,28 juta ton pada semester I-2022 terutama disebabkan kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit. Sejalan dengan itu, maka total produksi CPO turun 5% yoy menjadi 327 ribu ton. Pada kuartal kedua 2022, produksi TBS inti dan CPO naik masing-masing 17% dan 30% dibandingkan kuartal pertama 2022.

Dia melanjutkan, Grup SIMP mencatat penjualan sebesar Rp 8,07 triliun atau turun 10% yoy terutama karena penurunan volume penjualan produk sawit dan produk minyak & lemak nabati (EOF) yang sebagian diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata. Sebanyak 75,65% penjualan perseroan atau sekitar Rp 6,1 triliun dikontribusi dari produk minyak goreng dan lemak nabati. Sisanya sebesar Rp 593,07 miliar dari minyak kelapa sawit, Rp 664,08 miliar dari inti sawit dan produk terkait, sisanya Rp 708,55 miliar dari produk lainnya.

Baca juga: Laba Perusahaan Sawit Milik TP Rachmat (TAPG) Melesat 339%

Meski penjualan turun, laba bruto perseroan tumbuh 7% menjadi Rp 2,20 triliun, dengan laba usaha naik 18% menjadi Rp 1,33 triliun dan EBITDA meningkat 17% menjadi Rp 2,13 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut naik 101% yoy menjadi Rp 441 miliar. Dengan rasio pengungkit neto (net gearing) Grup SIMP pada 30 Juni 2022 sebesar 0,31x dibandingkan 0,35x pada 31 Desember 2021.

"Di tengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis, kami tetap fokus memprioritaskan belanja modal, terutama pada kegiatan peremajaan kelapa sawit dan infrastruktur, peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, peningkatan produktivitas dan berfokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan," ujar Wakeford.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com