Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
RS Siloam Hospitals, Lippo Village. Foto: siloamhospitals.com

RS Siloam Hospitals, Lippo Village. Foto: siloamhospitals.com

Laba Bersih Siloam Hospitals Melesat 366%

Jumat, 2 April 2021 | 18:34 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan kinerja yang kuat, sekalipun dengan tantangan pandemi Covid-19 pada 2020. Perseroan meraih laba bersih sebesar Rp 125 miliar pada tahun lalu, naik signifikan 366% dibandingkan 2019 yang mencatat rugi bersih Rp 333 miliar.

Manajemen Siloam Hospitals menanggapi dengan cepat dan menjalankan strategi untuk mengadapi penurunan volume akibat Covid-19. Perseroan fokus pada perluasan marjin atas layanan yang ada dan baru, serta terjadi peningkatan kembali yang tajam pada kuartal IV-2020.

Siloam Hospitals mencatat EBITDA sebesar Rp 1,2 triliun pada 2020, meningkat 37,4% dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 871 miliar. Marjin EBITDA bertumbuh menjadi 21,6% pada 2020 dari 16,6% pada 2019.

Perseroan membukukan pendapatan operasional bersih Rp 5,54 triliun pada 2020, meningkat 5,3% dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 5,26 triliun. Laba per saham tahun lalu mencapai Rp 71,52, meningkat 391% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat rugi per saham Rp 208,38.

Peforma bisnis pada kuartal IV-2020 berkontribusi tinggi terhadap pencapaian Siloam Hospitals yang kuat sepanjang tahun lalu. Siloam Hospitals membukukan EBITDA Rp 454 miliar pada kuartal IV-2020, meningkat 83,5% dibandingkan kuartal IV-2019 yang sebesar Rp 247 miliar. Marjin EBITDA bertumbuh menjadi 27,4% dari 18,5%.

Sementara itu, laba bersih pada kuartal IV-2020 melonjak menjadi Rp 168 miliar atau bertumbuh 329,9% dibandingkan kuartal IV-2019 yang membukukan rugi bersih Rp 387 miliar. Marjin laba bersih meningkat menjadi 10,2% dari sebelumnya minus 28%.

Siloam Hospitals.

Presiden Direktur Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya mengatakan, untuk memenuhi perubahan peraturan akuntansi (PSAK) Indonesia, perseroan telah menerapkan PSAK 73/IFRS 16 pada 2020 yang mengubah cara pencatatan pengakuan sewa tertentu. Penerapan kebijakan akuntansi ini mengurangi laba bersih pada 2020 sebesar Rp 22,8 miliar. Apabila tanpa penerapan kebijakan ini, laba bersih akan tercatat lebih tinggi sebesar Rp 148,1 miliar.

“Prioritas perseroan adalah keamanan staf dan pasien. Kami tidak berkompromi atas biaya keamanan. Pada 2020, kami mengeluarkan tambahan biaya sebesar Rp 196 miliar untuk tunjangan dalam masa sulit (hardship allowance), alat perlindungan diri tambahan, dan tes Covid-19 untuk karyawan,” kata dia dalam keterangan resmi.

Ketut menegaskan, perseroan terus fokus pada biaya manajemen sepanjang 2020 sebagai bagian dari rencana efisiensi jangka panjang. Di luar pengeluaran material untuk Covid, secara persentase biaya material Siloam Hospitals terhadap pendapatan operasional bersih sebesar 39,1% pada 2020 dibandingkan 2019 sebesar 40,5%.

Total operational expenditure Siloam Hospitals di luar pengeluaran terkait Covid-19 tercatat 34,8% terhadap pendapatan operasional bersih 2020, menurun dari 37,4% pada 2019. Pertumbuhan EBITDA yang kuat dan laba bersih perseroan menghasilkan pertumbuhan arus kas yang fenomenal.

Arus kas operasional meningkat sebesar Rp 1,34 triliun pada 2020, melonjak 105% dari Rp 652 miliar pada 2019. Arus kas bebas bertumbuh sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 762% dibandingkan sebelumnya Rp 122 miliar.

Pada Desember 2020, saldo kas perseroan mencapai Rp 907 miliar, meningkat 189% dibandikan Rp 314 miliar pada akhir 2019. Sedangkan gearing ratio Siloam Hospitals berada pada 2,55%, memberikan potensi yang besar untuk pertumbuhan di masa depan.

Siloam Hospitals.

Jumlah Pasien

Walaupun volume pasien rawat inap Siloam Hospitals belum kembali pada tingkat sebelum pandemi Covid-19, volume pasien cenderung meningkat secara konsisten. Pada kuartal IV-2020, jumlah pasien rawat inap tercatat 41 ribu, turun 38% dari 66 ribu pada kuartal IV-2019. Jumlah pasien rawat inap sepanjang 2020 turun 28% menjadi 179 ribu dari 250 ribu pada 2019.

Sementara itu, jumlah pasien rawat jalan mengalami penurunan 28% pada kuartal IV-2020 menjadi 524 ribu dibandingkan dengan 729 ribu pada kuartal IV-2019. Sepanjang 2020, volume pasien rawat jalan menurun 24% menjadi 2,1 juta dibandingkan dengan 2,75 juta pada 2019.

Menurut Ketut, walaupun volume pasien lebih rendah, manajemen Siloam Hospitals sangat fokus untuk meningkatkan pendapatan dari pelayanan yang ada dan menciptakan layanan baru. Hal ini berhasil meningkatkan tajam pendapatan rata-rata per hari pasien rawat inap menjadi Rp 5,81 juta pada 2020, bertumbuh 19,1% dari Rp 4,88 juta pada 2019.

Seiring dengan momentum yang dibangun perseroan selama akhir tahun lalu, peningkatan ini menjadi lebih tajam pada kuartal IV-2020 menjadi Rp 6,96 juta, bertumbuh 42,9% dibandingkan Rp 4,87 juta pada kuartal IV-2019.

Adapun pendapatan rata-rata per pasien rawat jalan meningkat 39,9% menjadi Rp 1,33 juta sepanjang 2020 dari Rp 0,95 juta pada 2019. Pendapatan rata-rata per pasien rawat jalan meningkat lebih tinggi pada kuartal IV-2020 sebesar 60% menjadi Rp 1,6 juta dibandingkan Rp 1 juta pada kuartal IV-2019.

Siloam Hospitals.

Dividen

Sebagai bagian dari strategi perseroan untuk fokus pada konsolidasi, sebagian laba Siloam Hospitals akan dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Siloam Hospitals akan membayar dividen biasa sebesar Rp 56 miliar, yang merepresentasikan rasio pembayaran dividen sebesar 45% dari laba bersih.

Sebagai bentuk apresiasi kesuksesan transformasi bisnis, perseroan akan membayar satu kali dividen khusus sebesar Rp 170 miliar. Secara total, pemegang saham akan menerima Rp 226 miliar dalam bentuk dividen untuk tahun 2020. Jumlah dividen akan ditentukan dalam keputusan RUPS.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN