Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Summarecon Agung.

Summarecon Agung.

Laba Bersih Summarecon Terpangkas 65%

Rabu, 7 April 2021 | 11:29 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan penurunan laba bersih yang dapat ditribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 65,08% menjadi Rp 179,83 miliar pada 2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 514,98 miliar. Alhasil, laba per saham turun dari Rp 35,7 menjadi Rp 12,47.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/4), penurunan laba ini dipengaruhi oleh pelemahan pendapatan perseroan yang sebesar 15,34% menjadi Rp 5,02 triliun dibandingkan tahun 2019 senilai Rp 5,94 triliun.

Pendapatan berasal dari pengembang properti, properti investasi, dan lain-lain. Pengembang properti tercatat Rp 3,66 triliun atau naik dari Rp 3,61 triliun. Namun, properti investasi turun menjadi Rp 893,63 miliar dari sebelumnya Rp 1,59 triliun, serta pendapatan lain-lain juga ikut terkoreksi menjadi Rp 466,45 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp 725,72 miliar.

Di tengah penurunan pendapatan, Summarecon berhasil mencatat pelemahan beban pokok penjualan dan beban langsung di tahun 2020 menjadi Rp 2,73 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,09 triliun. Beban penjualan juga turun dari Rp 354,46 miliar menjadi Rp 275,47 miliar, dan administrasi melemah dari Rp 915,46 miliar menjadi Rp 746,61 miliar.

Di sisi lain, Summarecon Agung pada 2020 berhasil membukukan pendapatan pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 3,3 triliun atau di atas target yang telah ditetapkan manajemen senilai Rp 2,5 triliun. Hal tersebut ditopang oleh penjualan produk dengan rentang harga Rp 1,5-2 miliar.

Sedangkan target pra penjualan untuk tahun 2021 ditetapkan senilai Rp 3,5 triliun. Untuk mencapai target itu, perseroan akan menawarkan produk baru di setiap proyek township yang dimiliki dengan total cadangan lahan (landbank) saat ini sekitar 2.000 hektare. Adapun, pada dua bulan pertama di tahun ini, Summarecon Agung sudah mencatatkan pendapatan pra penjualan hingga Rp 1,2 triliun atau naik 103% secara year on year.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN