Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Laju Pertumbuhan Bank Mandiri

Kamis, 21 Januari 2021 | 06:01 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan mulai pulih tahun ini dengan ekspektasi pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih baik. Pertumbuhan bakal didukung oleh perbaikan ekonomi dan membaiknya seluruh indicator perseroan untuk meningkatkan profitabilitas tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, Bank Mandiri memiliki tim manajemen risiko yang baik dan aktif memberikan penilaian kondisi perekonomian, baik global maupun domestik, terhadap sektor perbankan.

Bank Mandiri juga tercatat sebagai satu dari sejumlah bank yang diuntungkan selama kondisi menantang tahun 2020. Hal ini ditopang oleh posisi perseroan sebagai satu dari beberapa bank terbesar di Tanah Air.

Kondisi tersebut berpotensi menaikkan margin keuntungan bersih (net interest margin/ NIM) Bank Mandiri ke level 4,8% tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu sekitar 4,6%. Peningkatan NIM juga akan didukung oleh ekspektasi pertumbuhan kredit yang lebih baik dan asumsi sebagian besar kredit yang telah direstrukturisasi mulai melakukan pembayaran secara normal tahun ini.

Bank Mandiri.Foto: Investor Daily/DAVID
Bank Mandiri.Foto: Investor Daily/DAVID

Eka memproyeksikan peningkatan kredit BankMandiri sebesar 4,8% tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu sebesar 2,1%.

“Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 8.000. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2021 sekitar 1,9 kali,” tulis dia dalam risetnya.

Target harga tersebut juga mengasumsikan peningkatan laba bersih Bank Mandiri menjadi Rp 24,88 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun 2019 senilai Rp 17,72 triliun.

Laba operasional sebelum provisi (PPOP) juga diharapkan meningkat menjadi Rp 52,78 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 47,39 triliun.

Sementara itu, tim riset Sinarmas Sekuritas menyebutkan bahwa fokus manajemen Bank Mandiri perihal penguatan kualitas aset, pertumbuhan kredit, dan pemulihan NIM, bakal mendorong kinerja keuangan perseroan yang lebih baik sepanjang tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Peningkatan kinerja juga seiring dengan puncak restrukturisasi kredit yang diperkirakan telah berlalu dan biaya provisi diperkirakan kembali normal. Begitu juga dengan performa perseroan dari sejumlah anak usaha yang diperkirakan berjalan lebih baik tahun ini,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas.

Bank Mandiri. Foto: David
Bank Mandiri. Foto: David

Potensi pertumbuhan kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang 2021 mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.725. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV sekitar 1,8 kali tahun ini. Target harga tersebut juga menggambarkan peluang penurunan biaya kredit berkisar 50 basis poin menjadi 2% tahun ini.

Selain itu, target harga mempertimbangkan peluang peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 23,4 triliun pada 2021 dibandingkan proyeksi tahun 2020 sebesar Rp 17,9 triliun. Laba operasional sebelum provisi juga diharapkan naik dari Rp 45,6 triliun menjadi Rp 48,7 triliun.

Begitu juga dengan NIM perseroan diharapkan lebih baik tahun ini. Sebelumnya, Bank Mandiri disebutkan memperoleh jatah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak Rp 31 triliun dari pemerintah tahun ini.

Kuota KUR yang diberikan ke Bank Mandiri tersebut meningkat 26,53% dibandingkan plafon KUR perseroan tahun 2020 yang sebesar Rp 24,5 triliun.

Secara nasional, tahun ini pemerintah menambah plafon KUR mencapai Rp 253 triliun atau meningkat 15% dari tahun 2020 yang sebesar Rp 220 triliun. Peningkatan kuota tersebut untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mendapatkan pembiayaan.

Senior Vice President (SVP) Micro Development and Digital Banking Bank Mandiri Ashraf Farahnaz mengatakan, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2020 per 31 Desember sebesar Rp 24,76 triliun, atau sudah memenuhi kuota KUR yang diberikan ke Bank Mandiri di tahun 2020.

“Penyaluran KUR didominasi penyaluran ke sektor produksi sebesar Rp 14,67 triliun atau sebesar 59,27 % dari total penyaluran,” ungkap Ashraf, baru-baru ini.

Bank Mandiri berkomitmen dapat menjaga kepercayaan pemerintah kepada perseroan dalam menyalurkan pembiayaan KUR sesuai kuota yang ditetapkan. Untuk itu, beberapa langkah akan dijalankan perseroan pada tahun ini.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN