Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penjualan mobil ASTRA. Foto: DOK B1photo

Penjualan mobil ASTRA. Foto: DOK B1photo

Langkah Optimistis Astra International (ASII) si Raksasa BEI

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:06 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Astra International Tbk (ASII), salah satu konglomerasi besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), tahun ini masih diuntungkan oleh Insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dan tingginya harga komoditas. Di sisi lain, investasi grup Astra pada perusahaan rintisan (start-up) seperti Gojek, Sayurbox, dan Halodoc bakal mempertebal keuntungan jangka panjang.

Analis NH Korindo Sekuritas mengatakan, diskon pajak yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan daya beli semasa pandemi telah berhasil menggenjot penjualanAstra International selama 9 bulan pertama 2021.

Secara rinci, pada periode itu penjualan mobil Astra tercatat meningkat 79% menjadi 343,837 unit dengan market share 55%. Dengan begitu, di akhir September 2021, pendapatan dan laba bersih naik 28% dan 6,7%.

“Sementara penjualan roda dua juga mampu meningkat 26% menjadi 2,9 juta non-unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas analis NH Korindo Sekuritas, dalam risetnya, baru-baru ini.

Pada lini bisnis lainya, tingginya harga komoditas saat ini diproyeksikan mampu melanjutkan kinerja positif Astra selama 2021. Di tahun itu, Asta melalui anak usahanya yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan peningkatan penjualan alat berat sebesar 84% secara tahunan menjadi 2.194 unit.

Harga saham ASII dalam satu dekade terakhir
Harga saham ASII dalam satu dekade terakhir

Didasari hasil tersebut, NH Korindo memproyeksikan harga batu bara berada di kisaran US$ 145/ton. Ketatnya suplai dari sektor agribisnis dan juga penerapan kebijakan B30 diharapkan dapat menjaga harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/ CPO) tetap tinggi.

Lebih lanjut, masuknya Astra pada bisnis ekonomi baru berpotensi menjadi sumber keuntungan perseroan secara jangka panjang. Selama 2021, Astra menunjukan keseriusan dengan berinvestasi pada berbagai perusahaan rintisan/start-up multiplatform seperti Gojek, Sayurbox, dan Halodoc.

Melalui anak usaha lainnya, Astra Digital Arta juga telah meluncurkan AstraPay sebagai sistem pembayaran yang terintegrasi dalam ekosistem grup Astra. Investasi ini bersumber dari dana tunai yang masih tersedia, jumlahnya pun tidak sedikit. Per September 2021, posisi dana tunai yang tersedia mencapai Rp 60 triliun. Sehingga, fleksibilitas Astra International dalam ekspansi digital terbuka luas.

“Alhasil, saham ASII masih menjadi saham yang menarik untuk dikoleksi dengan target harga Rp 6.650 dengan potensi upside 7,7% tahun ini,” ujar analis NH Korindo.

Prospek ASII
Prospek ASII

Hal yang senada juga terungkap dalam riset bersama dari analis Trimegah Sekuritas yakni Willinoy Sitorus, Hasbie, dan Mashudi Sudarmadji yang menyebutkan, bahwa adanya PPnBM membuat, kinerja sektor otomotif Astra selama 2021 melebihi ekspektasi hingga 108% dari yang diproyeksikan.

Momentum ini, dimanfaatkan dengan baik oleh perseroan dengan meluncurkan beberapa model terbaru seperti seri Avanza Veloz, Toyota Raize, Daihatsu New Xenia. Produk baru diharapkan mengimbangi para kompetitor seperti Mitsubishi, Hyundai dan juga Honda yang juga meluncurkan beberapa model terbaru.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun 2022, industri kendaraan roda empat ditargetkan mampu menjual sebanyak 900 ribu unit kendaraan atau naik 1,4% dari tahun lalu.

“Harapan ini sejalan dengan perkiraan kami. Di mana pasar kendaraan roda empat akan terus tumbuh meskipun manfaat pajak barang mewah tidak lagi tersedia karena pertumbuhan sebanyak 1,4% jauh lebih rendah dari pertumbuhan pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang diproyeksikan naik 5,2%,” kata Willinoy.

Astra International (ASII) Kuasai 55% Market Share Penjualan Mobil 2021
Astra International (ASII) Kuasai 55% Market Share Penjualan Mobil 2021

Meski demikian, Astra masih dibayangi akan keputusan dari perpanjangan Relaksasi PPnBM yang masih abu-abu dan jadi sebab keraguan dari masyarakat untuk melakukan pembelian kendaraan pada awal Januari 2022.

Dengan begitu, Trimegah Sekuritas memperkirakan penjualan kendaraan khusus Januari akan sedikit mengalami tekanan. Dengan demikian, Willinoy Sitorus, Hasbie, dan Mashudi Sudarmadji sepakat bahwa para investor dapat mengoleksi saham ASII pada harga Rp 7.600 dan trading pada 10,3 kali pada 2022 P/E.

Sementara itu, anak usaha Astra, United Tractors belum lama ini mengungkapkan bahwa telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 750 juta atau setara Rp 10,74 triliun pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untukmenopang pertumbuhan bisnis perseroan di 2022.

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K Loebis mengatakan, sumber pendanaan capex berasal dari kas internal. “Belanja modal tahun ini akan digunakan untuk menopang kebutuhan modal bisnis di 2022,” ujar dia.

Pihaknya optimistis, kinerja bisnis perseroan akan semakin positif pada tahun ini. Anak usaha PT Astra International Tbk(ASII) tersebut memproyeksikan penjualan alat berat tumbuh 22-23%, produksi kontraktor pertambangan naik 3%, penjualan batu bara meningkat 6-8%, dan penjualan emas sekitar 290-300 ribu oz. Kinerja tersebut akan menjadi konsolidasi pendapatan Astra International.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN