Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sritex.

Sritex.

Lolos PKPU, Begini Strategi Bisnis Sritex (SRIL) di Tahun 2022

Kamis, 21 Juli 2022 | 17:11 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex sedang berupaya untuk memenuhi segala kewajiban yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) agar saham dapat kembali diperdagangkan dan lolos dari ancaman delisting. Perseroan juga telah menjabarkan strategi bisnis pada 2022.

Sekretaris Perusahaan Sri Rejeki Isman Welly Salam menjelaskan, untuk terlepas dari suspensi perdagangan BEI, perseroan selalu berkomunikasi. “Dari komunikasi terakhir, kami harus menyelesaikan perihal administrasi, dimana saat ini sudah kami penuhi dan juga pemenuhan public expose yang pada 2021 lalu sempat tertunda,” jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (21/722).

Baca juga: Sudah Homologasi Belum Bisa Diproses, Sritex (SRIL) juga Rugi Rp 15,66 Triliun

Selain administrasi, dia mengatakan, suspensi saham SRIL belum dicabut otoritas bursa akibat belum efektifnya homologasi SRIL hingga salinan keputusan Mahkamah Agung diterima.

“Semakin cepat kami menerima salinan keputusan terkait kasasi yang dilakukan oleh kreditur, hal itu akan sangat membantu perseroan dalam rangka pencabutan suspensi saham SRIL oleh BEI,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Welly, perseroan tengah menunggu keputusan MA yang menjadi dasar untuk mengumumkan keterbukaan informasi dan juga menyampaikan hal-hal yang terkait dengan administratif kepada BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihak kreditur dan juga para stakeholder.

“Jangka waktu pengeluaran salinan keputusan ini hingga 18 Mei tahun 2023, sebelumnya kami perkirakan menerima salinan ini pada Juni 2022, namun realisasinya mungkin pada Juli 2022. Progres akan monitor terus,” kata dia.

Baca juga: 10 Saham Disuspensi Gara-gara Notasi Khusus

Lebih lanjut, usai mendapatkan persetujuan homologasi dengan para kreditur perseroan akan merampungkan restrukturisasi utang sesuai dengan proposal perdamaian yang sudah disetujui kreditur.

Welly menyebutkan perseroan akan menggunakan dana dari kas internal perseroan. “Jadi sekarang kami akan melakukan pencadangan sebagai persiapan bila nantinya homologasi sudah efektif dengan menggunakan dana dari kas internal,” terangnya.

Hingga Maret 2022, total hutang berbunga restrukturisasi mencapai US$ 1,14 miliar. Terdiri atas utang bank jangka pendek berjumlah US$ 609 juta, liabilitas sewa sejumlah US$ 39 juta, Utang bank jangka panjang sebesar US$ 383 juta, surat utang jangka menengah US$ 25 juta dan obligasi neto US$ 364 juta. Adapun di periode yang sama, total aset tercatat US$ 1,18 miliar.

Baca juga: Bebas dari PKPU, Sritex (SRIL) Wajib Penuhi Perjanjian Damai

Sementara tahun ini, perseroan menyatakan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure/capex berkisar US$ 15-30 juta. Capex itu bersifat flexibel dan akan digunakan oleh perseroan tergantung kebutuhan, seperti maintenance. Jumlah capex itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya berkisar US$ 45-55 juta.

Jumlah capex itu juga sejalan dengan tingkat utilisasi pabrik yang masih belum kembali ke tahap normal. Welly mengatakan, pada kuartal pertama 2022 tingkat utilisasi mencapai 75% dan ditargetkan untuk menyingkat sampai 80-85%.

Ia juga menuturkan, meski posisi kas SRIL sangat terbatas, perseroan tetap berkomitmen untuk terus beroperasi sembari menerapkan pengelolaan biaya yang ketat. Adapun pada tahun ini, perseroan akan meningkatkan penetrasi pada pasar online dengan berinovasi pada produk-prduk yang dibutuhkan oleh masyrakat dan mengembagkan produk yang sebelumnya nelum pernah dikembangkan. Hal itu juga dilakukan perseroan sebagai bentuk mengantisipasi ancaman dari resesi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com