Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara

ilustrasi harga minyak sumber: Antara

Lonjakan Covid-19 di Rusia dan Tiongkok Batasi Pergerakan Minyak

Senin, 8 Agustus 2022 | 13:06 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari rilisnya laporan Baker Hughes serta dekrit dari Rusia mengenai pelarangan penjualan aset. Meski demikian, tanda-tanda melonjaknya Covid-19 di Rusia dan Tiongkok, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menyebut, dalam laporan terbaru yang dirilis pada akhir pekan oleh perusahaan layanan jasa energi AS, Baker Hughes, menunjukkan jumlah rig minyak untuk pekan yang berakhir 5 Agustus merosot turun sebesar 7 rig menjadi 598 rig, yang sekaligus merupakan penurunan pertama dalam kurun waktu 10 pekan.

“Data tersebut berdampak positif pada harga minyak karena mengindikasikan potensi penurunan produksi minyak AS dalam masa mendatang,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Dalam Setahun Operasi, Pertamina Hulu Rokan Mampu Tingkatkan Produksi Minyak

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat merilis dekrit yang isinya melarang investor dari negara-negara yang mendukung sanksi terhadap Rusia untuk menjual aset mereka dalam perjanjian bagi hasil (PSA), bank, entitas strategis, perusahaan yang memproduksi produk energi, serta di proyek lainnya hingga akhir tahun. Dekrit tersebut menyusul meningkatnya tensi antara Rosneft dan ExxonMobil terkait penghentian produksi minyak di proyek Sakhalin-1 sejak pertengahan Mei.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, otoritas kesehatan Rusia pada hari Minggu melaporkan kasus infeksi harian Covid-19 mencapai 20.303 kasus, yang sekaligus merupakan angka tertinggi sejak 28 Maret. Sinyal melonjaknya kasus Covid di tengah aksi embargo dari negara Barat dan sekutunya terhadap Rusia, memicu kekhawatiran akan mendorong penurunan pasokan lebih lanjut dari negara produsen minyak terbesar ketiga dunia tersebut.

Baca juga: Harga Minyak Merosot di Bawah Level US$90 Dipicu Memanasnya Tensi AS - Tiongkok

Dari Tiongkok, otoritas kesehatan kota Makau pada hari Minggu menginstruksikan warga kota untuk melakukan tes massal pada hari Minggu dan Senin, setelah seorang warga baru kembali dari perjalanan ke kota Zhuhai dinyatakan positif. Secara keseluruhan, Tiongkok melaporkan infeksi baru untuk 7 Agustus sebanyak 940 kasus, naik dari 868 kasus pada hari sebelumnya. Kenaikan Covid tersebut juga memicu kekhawatiran akan berdampak pada penurunan permintaan lebih lanjut dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 85 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com