Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek apartemen PP Properti.

Salah satu proyek apartemen PP Properti.

Lunasi Utang, PP Properti Teken Pinjaman Rp 4 Triliun

Senin, 10 Mei 2021 | 06:20 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT PP Properti Tbk (PPRO) telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan plafon senilai Rp 4 triliun dengan induk usahanya, yakni PT PP Tbk (PTPP). Pinjaman bernilai jumbo ini nantinya digunakan untuk melunasi kewajiban jatuh tempo.

Manajemen PP Properti menyebutkan bahwa perjanjian pendahuluan pinjaman tersebut telah ditandatangani pada 25 Maret 2021 oleh perseroan dengan PP. Adapun jumlah pinjaman dana tunai yang akan diterima oleh perseroan dari induk usaha tersebut setara dengan 88,02% dari ekuitas perseroan per 31 Desember 2020.

“Pencairan pinjaman ini akan dilakukan secara bertahap berdasarkan permohonan yang disampaikan perseroan kepada PP dengan estimasi Rp 3,13 triliun pada kuartal I-2021 dan sisanya Rp 862 miliar di kuartal I-2022,” jelas manajemen dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, manajemen PP Properti menyebutkan, pencairan pinjaman berjangka waktu tiga tahun tersebut juga dapat diperpanjang sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam perjanjian pendahuluan. Besaran bunga yang telah disepakati sebelumnya, yakni sebesar 9,5% per tahun dan akan dibayarkan penuh oleh perseroan.

Demi memuluskan transaksi afiliasi ini, perseroan akan meminta persetujuan para pemegang sahamnya pada Rapat Umum Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Mei 2021. Untuk diketahui, dana hasil pinjaman ini nantinya akan digunakan perseroan untuk memenuhi sebagian kewajiban yang akan jatuh tempo tahun 2021–2022. Di antaranya pokok kepada bank, SKBDN, obligasi dan MTN. Apabila rencana ini terealisasi dengan baik, diharapkan memperbaiki kondisi keuangan perseroan.

“Rencana ini juga dilakukan sebagai back-up atas strategi Perseroan jika ada yang tidak dapat terealisasi seperti asset recycling dan refinancing dengan penerbitan sisa PUB II,” jelas manajemen.

Sebelumnya, dalam tiga tahun mendatang, PP Properti menargetkan pendapatan dari divestasi aset dalam rangka asset recycling mencapai Rp 600 miliar. Sedangkan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 287 miliar.

Direktur Keuangan PP Properti Deni Budiman mengatakan, pelepasan aset atau asset recycling ini merupakan strategi bisnis yang dilakukan perseroan untuk mengatur sumber daya agar lebih fokus dalam mengelola portofolio bisnis tahun 2021-2022.

Perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli sebanyak 656.250.000 saham atau setara dengan 21,13% PT Menara Maritim Indonesia (MMI), yaitu entitas asosiasi dengan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI). Transaksi ini bernilai Rp 70 miliar.

“Dana hasil penjualan saham tersebut akan digunakan kembali untuk membiayai proyek-proyek eksisting, sehingga membantu arus kas perusahaan agar lebih leluasa mendukung rencana kerja yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selain pelepasan saham MMI, perseroan berencana untuk melakukan asset recycling terhadap beberapa entitas asosiasi lainnya, seperti Grand Sagara Apartment, BIJB Aerocity, Green Park Terrace dan Paramount Hotel Mandalika.

“Total pendapatan yang akan dihasilkan dari asset recycling ini sekitar Rp 600 miliar dalam tiga tahun. Aksi tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan target tahun ini mencapai Rp 287 miliar,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN