Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Zebra Nusantara Tbk. Foto: Perseroan.

PT Zebra Nusantara Tbk. Foto: Perseroan.

Manajemen Zebra Berharap Suspensi Saham Segera Dibuka

Selasa, 13 April 2021 | 20:14 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini  masih melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) atas saham  PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA). Suspensi dilakukan bursa karena harga saham ZBRA melonjak signifikan.

Berdasarkan data RTI, saham ZBRA melonjak 630,43% secara year to date atau sejak awal tahun. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, saham perusahaan taksi asal Surabaya ini melesat 865,52%. Sementara, jika dilihat dalam enam bulan terakhir saham ZBRA meroket 1.580%. Saat ini, harga saham ZBRA berada di posisi Rp 840 per saham. Padahal sebelumnya saham Zebra Nusantara masuk ke dalam kategori saham Rp 50.

Hal tersebut terjadi setelah Rudy Tanoesoedibdjo masuk ke ZBRA melalui PT Trinity Healthcare (THC) dengan membeli sebanyak 665,18 juta saham ZBRA atau sebesar 77,7%. Setelah diakusisi, ZBRA bakal mengambil alih 99% saham perusahaan distributor alat dan pasokan kesehatan, Dos Ni Roha (DNR Grup) yang saat ini masih digenggam oleh THC.

DNR sendiri merupakan perusahaan yang mendistribusikan produk-produk kesehatan dan peralatan medis di antaranya vitamin, hand sanitizer, rapid test kit (alat uji cepat Covid-19) hingga ventilator ke seluruh penjuru Indonesia mulai Sumatera hingga Papua.

Terkait hal tersebut, Kuasa direksi ZBRA sekaligus Direktur PT Trinity Healthcare (THC), Rudy Tanoesoedibdjo berharap pihak BEI segera membuka suspensi saham perusahaan.

"Kami tidak dijelaskan kenapa di suspen dan kami tidak tahu sampai kapan. Harapan kami segera dibuka apalagi hari ini kami sudah melakukan public expose insidentil, untuk memberi informasi kepada para pelaku usaha," katanya dalam Public Expose Insidentil, di Jakarta, Selasa (13/4).

Berdasarkan keterangan BEI, perdagangan saham ZBRA pertama kali dalam bulan ini diberhentikan sementara dalam rangka cooling down pada 1 April 2021 dan dibuka kembali pada 5 April 2021. Kemudian penghentian sementara kembali dilakukan pada 7 April lalu untuk perdagangan tanggal 8 April 2021.

Sementara itu bila dilihat dari laporan keuangan perseroan, akhir tahun 2020, Zebra Nusantara mencetak pendapatan bersih sepanjang tahun 2020 lalu sebesar Rp 14,69 miliar. Namun, perusahaan masih membukukan rugi dan defisiensi modal. Jumlah tersebut menyusut 6,41% dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp 15,70 miliar.

Di sisi lain beban usaha perseroan terpantau membengkak 10,70%, dari semula Rp 3,76 miliar menjadi Rp 4,17 miliar.

Alhasil, perseroan membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,63 miliar, dibandingkan tahun lalu yang terkoreksi Rp 996,48 juta.

Adapun, liabilitas perseroan naik 18,05% menjadi sebesar Rp 17,30 miliar, terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp 14,88 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 2,42 miliar. ZBRA juga membukukan defisiensi modal dari yang semula Rp 9,08 miliar di akhir 2019 menjadi Rp 10,62 miliar di akhir 2020. Dengan demikian, total liabilitas dan defisiensi modal perseroan di akhir 2020 tercatat sebesar Rp 5,57 miliar.

Kemudian, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi per akhir 2020 Rp 594 miliar dan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Rp 447 miliar. Adapun kas setara kas akhir tahun Rp 298 miliar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN