Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). (Foto: Beritasatu Photo)

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). (Foto: Beritasatu Photo)

Manulife Aset Manajemen Pertahankan Posisi sebagai Manajer Investasi Terbesar

Rabu, 1 September 2021 | 06:03 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berambisi untuk mempertahankan posisinya sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan (asset under management/AUM) terbesar di Indonesia. Beragam strategi akan diterapkan untuk bisa mencapai hal tersebut.

Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa menjelaskan, MAMI berdiri di Indonesia sejak 1996 atau satu tahun setelah reksa dana mulai dikenal di Indonesia. Dalam 25 tahun perjalanannya, MAMI melalui berbagai tantangan, seperti krisis keuangan Asia pada tahun 1997, krisis keuangan global pada 2007-2008, dan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

“Kami sangat bersyukur dapat melewati masa-masa sulit tersebut dengan baik dan keluar dalam keadaan yang lebih tangguh," kata Afifa dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (31/8).

Dia juga berharap, pada usia yang ke-25 tahun ini, MAMI semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia. Perseroan akan terus berinovasi dan beradaptasi untuk memberikan solusi investasi dan layanan terbaik untuk mempertahankan peringkat itu.

Selama ini, setidaknya ada enam hal yang mendukung kesuksesan MAMI. Pertama adalah dari sisi kepercayaan investor. Afifa menjelaskan, sampai saat ini, MAMI memiliki lebih dari 1,18 juta investor, baik ritel maupun institusi.

Lalu, MAMI juga melakukan aktivitas edukasi melalui berbagai jalur. Salah satu modul edukasi finansial yang digunakan MAMI sejak 2013 adalah 3i, yakni insyaf, irit, dan invest. Modul ini mengajarkan masyarakat untuk memiliki kesadaran (insyaf) terlebih dahulu terhadap investasi. Kemudian, bersikap irit sehingga bisa mengalokasikan dananya untuk investasi dan terakhir baru melakukan investasi.

Jalur distribusi yang kuat juga menopang kesuksesan MAMI selama ini. Afifa mengungkapkan, MAMI memiliki 32 mitra distribusi yang terdiri dari 20 bank dan 12 non-bank. MAMI juga mendistribusikan produknya melalui jalur pemasaran secara digital, secara langsung kepada segmen ritel serta melalui institutional sales.

Khusus untuk pemasaran digital, MAMI saat ini sudah memiliki platform, yakni klikMami.com. Platform ini diluncurkan sejak 2016 dan tidak hanya melayani pemasaran produk, namun juga transaksi digital lainnya.

Dari sisi dana kelolaan, MAMI tetap bisa mencatat total AUM (termasuk reksadana dan Kontrak Pengelolaan Dana/KPD) sebesar Rp 97,2 triliun pada akhir 2020 atau meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pada semester pertama tahun ini, total AUM MAMI bertumbuh 8% menjadi Rp 104,7 triliun.

Khusus untuk reksa dana, MAMI membukukan dana kelolaan sebesar Rp 56,6 triliun pada semester I-2021 atau meningkat 93% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dari data yang dikutip dari OJK tersebut, MAMI menempati peringkat pertama di antara perusahaan manajer investasi di Indonesia dari segi AUM. OJK juga menunjukkan bahwa MAMI berada di peringkat teratas pada kategori AUM reksa dana pendapatan tetap dan AUM reksa dana syariah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN