Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Triniti Land menggelar RUPS pengesahan laporan keuangan tahun 2019 di Jakarta, Rabu (19/8)

Triniti Land menggelar RUPS pengesahan laporan keuangan tahun 2019 di Jakarta, Rabu (19/8)

'Marketing Sales' Triniti Land Baru Capai Rp 122 Miliar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 10:03 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land membukukan penjualan marketing (marketing sales) sebesar Rp 122 miliar sepanjang semester I-2020, dibandingkan target sepanjang tahun ini Rp 900 miliar. Pencapaian tersebut didukung oleh penjualan proyek perseroan yang sedang berjalan.

President & CEO Triniti Land Ishak Chandra mengatakan, marketing sales tersebut berasarl dari penjualan unit apartemen di enam proyek, yakni Brooklyn, Yukata, Springwood, The Smith, Collins Boulevard dan Marcs Boulevard. Dari proyek tersebut, Collins Boulevard memiliki kontribusi paling besar, yakni sejumlah 64% atau sekitar Rp 78,9 miliar.

“Walaupun pada Maret - Juni penjualan perseroan terimbas pandemi Covid-19, tapi kami masih membukukan marketing sales yang baik, kami berharap penjualan bisa lebih baik pada paruh kedua tahun ini,” ujar dia dalam paparan publik melalui zoom baru-baru ini.

Guna bisa mencapai target perseroan hingga akhir tahun ini, pihaknya tengah menerapkan berbagai strategi guna meningkatkan marketing revenue. Di antaranya, melakukan penjualan di berbagai proyek unggulan, dengan menggunakan metode online melalui zoom ataupun offline.

Sebagai informasi, perseoan akan melakukan penawaran awal untuk produk The Scott, yang merupakan tower kedua dari Collins Boulevard. Kemudian, perseroan akan menawarkan Glenn The Hive, rumah tapak 2,5 lantai yang berlokasi di pengembangan proyek mix-used development, Marc’s Boulevard, Batam.

Rumah tapak yang berlokasi di Batam dijual dengan harga berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Menurut Ishak, dengan harga yang ditawarkan, investor maupun end user bisa memilki rumah ini dengan fully furnist.

Sehubungan dengan hal ini, perseroan juga tengah fokus menjalankan bisnisnya ke arah rumah tapak. Ishak menjelaskan bahwa pasar rumah tapak lima kali lebih besar dari pasar vertikal.

“Apabila bebicara soal pasar, saya rasa perbandingannya itu 1:4, Artinya, dari keempat orang tersebut akan memilih untuk membeli rumah tapak dan satu orang memilih hunian vertikal,” ujar dia.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan dan pendapatan mengalami penurunan tajam sebesar 72,35% menjadi Rp 36,44 miliar pada semester I-2020, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Rp 131,79 miliar.

Penurunan tersebut membuat perseroan membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 3,66 miliar, dibandingkan semester I-2019 dengan raihan laba bersih Rp 25,04 miliar.

Ishak mengatakan, penurunan kinerja keuangan akibat sebanyak 90% penjualan properti perseroan tidak bisa dibukukan, karena belum dilakukannya serah terima. Hal ini dipengaruhi atas penerapan PSAK72, sehingga sebelum melakukan handover, perseroan tidak bisa membukukannya sebagai pendapatan.

Dengan adanya perubahan pencatatan tersebut, perseroan kemungkinan bisa membukukan pendapatan dan laba bersih lagi di 2022. “Mungkin di tahun 2021 ada sebagian, tapi di 2022 akan dibukukan lebih banyak, sehingga pendapatan dan laba bersih akan melonjak dalam dua tahun mendatang,” jelas dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN