Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Menjanjikan, Prospek Saham Emiten yang Terapkan ESG

Rabu, 28 Juli 2021 | 07:03 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Penerapan environmental, social, and governance (ESG) diyakini berdampak baik terhadap bisnis dan kinerja emiten ke depannya. Dengan begitu, ESG bisa menjadi katalis positif terhadap prospek saham perusahaan.

Founder Bumi Global Karbon Deni Daruri mengatakan, berdasarkan data, kinerja indeks harga saham gabungan keberlanjutan (IHSGK) masih lebih baik dibandingkan dengna IHSG. IHSGK selama periode pandemi sampai Maret 2021 masih mengalami pertumbuhan. Sebab itu, sangat prospektif bagi emiten yang telah melakukan ESG reporting.

“Meskipun pandemi, kinerja IHSGK semakin bagus di pasar modal. Intinya ini dorongan untuk emiten yang melakukan ESG dan membuktikan harga sahamnya masih diminati oleh investor,” kata Deni dalam acara Emiten Expose 2021 dengan topik “Prospek Cerah Emiten Peduli ESG”, yang diadakan secara virtual oleh majalah Investor-BSMH, Selasa (27/7).

Perlu diketahui, emiten yang telah melakukan ESG reporting kurang dari 50 dari total emiten di pasar modal Indonesia yang sebanyak 700 emiten. Menurut Deni, emiten yang menerapkan ESG terjadi peningkatan dari 2018 hanya 0%, lalu menjadi 10% pada 2019. Kemudian, pada April 2021 sudah meningkat menjadi 47%.

“Peningkatan tersebut membuktikan bahwa emiten sudah mulai menepati waktu kapan dia terbitkan ESG report dari tahun fiskal. Ini diharapkan terus naik dan mudah-mudahan tahun ini juga naik,” ujar dia.

Sementara itu, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menjadi salah satu emiten yang tergabung dalam IDX ESG Leaders dan telah memperoleh peringkat MSCI double B dalam menjalankan bisnisnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan melakukan strategi keberlanjutan untuk mendukung pembangunan keberlanjutan yang dijalankan melalui praktik tanggung jawab sosial yang menyeluruh. Praktik ini dilakukan sesuai dengan konteks keberlanjutan dan karakteristik sosial dan lingkungan di wilayah operasi.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari mengatakan, kebijakan keberlanjutan yang dilakukan oleh perseroan adalah menyelaraskan tujuan dan keberlanjutan bisnis dengan aspek lingkungan dan sosial efektif serta efisien. Perseroan juga melakukan kegiatan usaha secara berintegrasi dan beretika, serta menghormati hak asasi manusia dalam menjalankan kegiatan usaha. Selain itu, perseroan menerapkan peduli terhadap perubahan iklim dan memperhatikan lingkungan hidup.

Menurut Adam, perseroan memiliki bisnis untuk membantu Indonesia menjadi lebih baik. “Secara tidak langsung, kami memiliki andil yang penting kepada sustainability model bisnis. Kami punya tower share sekitar 28% sampai hari ini, dan kami ekspnasi terus dalam bisnis ini,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengungkapkan, pihaknya mewajibkan seluruh emiten untuk menyampaikan sustainability report atau laporan berkelanjutan secara bertahap. Kewajiban tersebut diberlakukan secara bertahap kepada emiten berdasarkan nilai aset.

BEI akan mewajibkan emiten sedang dengan aset Rp 25-50 miliar untuk membuat sustainability report mulai tahun fiskal 2022, kemudian emiten kecil dengan aset Rp 50 miliar pengungkapannya mulai tahun fiskal 2024. Sedangkan emiten perbankan BUKU III, IV, dan bank asing sudah lebih dahulu pada 2019. Adapun perbankan BUKU I dan II mulai diterapkan pada 2020.

Menurut Hasan, emiten yang menerapkan aspek ESG menunjukkan kinerja keuangan lebih baik. “ESG pada akhirnya memberikan keuntungan yang nyata bagi korporasi bersangkutan, seperti keberpihakan investor yang menjadikan ESG sebagai faktor penentu penempatan dana dan portofolio,” jelas dia. Tahun ini, sebanyak 135 emiten telah menyampaikan sustainability report tahun 2020. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari 54 emiten pada 2020.

Sementara itu, Distinguished Chair in Finance & Investment IPMI International Business School Roy Sembel mengharapkan banyak calon emiten yang mengedepankan teknologi hijau untuk melantai di BEI melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Dia mencontohkan, perusahaan seperti Greenhope yang merupakan perusahaan teknologi hijau yang aktif berkolaborasi dengan produsen, pemilik merek, organisasi non-pemerintah, pemerintah lokal dan nasional, untuk menciptakan konsumsi dan produksi berkelanjutan menuju bumi yang lebih baik dan lebih hijau, sudah sepatutnya menjadi emiten. “Perusahaan jenis ini yang harus go public secepatnya. BEI harus cari perusahaan seperti ini untuk bisa mewarnai bisnis secara eksplisit di bidang ESG,” ungkap dia.

Roy menegaskan, ESG dinilai penting dalam dunia bisnis saat ini untuk mengukur keberlanjutan dan dampak sosial dari investasi atau bisnis di masa depan. Apalagi, investor besar sudah menyatakan secara eksplisit dengan dana yang besar untuk kemajuan ESG, maka akan ada dampak besar ke pasar modal.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN