Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layanan GrabBike. (Foto: Grab Indonesia)

Layanan GrabBike. (Foto: Grab Indonesia)

Merger dengan Altimeter, Grab Siap Catatkan Saham di Nasdaq

Selasa, 13 April 2021 | 21:15 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Grab Holdings Inc bersiap mencatatkan sahamnya di Nasdaq, Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama dengan special purpose acquisition company (SPAC), Altimeter Growth Corp. Transaksi tersebut akan membuat Grab meraih dana segar hingga US$ 4,5 miliar.

Perusahaan baru hasil merger antara Grab dan Altimeter akan tercatat dengan kode GRAB di Nasdaq dalam beberapa bulan mendatang. Aksi ini berpotensi menjadi penawaran saham terbesar yang pernah ada oleh perusahaan Asia Tenggara di Bursa AS.

Nilai transaksi yang diusulkan Grab untuk proforma ekuitas awal sekitar US$ 39,6 miliar dengan ukuran investasi swasta pada ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE) senilai US$ 4 miliar. Alhasil, dana tunai yang akan dikantongi Grab sekitar US$ 4,5 miliar.

Group CEO and Co-founder Grab Anthony Tan mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa mewakili Asia Tenggara di pasar publik global. Aksi ini adalah tonggak perjalanan perusahaan untuk membuka akses bagi semua orang mendapatkan manfaat dari ekonomi digital. “Aksi ini bahkan lebih penting karena wilayah kami pulih dari pandemi Covid-19. Itu juga sangat menantang bagi kami, tetapi sangat mengajari kami tentang ketahanan bisnis,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Anthony menjelaskan, strategi super app Grab yang terdiversifikasi membantu mitra pengemudi fokus pada pengiriman dan memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas. “Saat kami menjadi perusahaan publik, kami akan bekerja lebih keras untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi bagi komunitas, karena ketika Asia Tenggara berhasil, Grab juga berhasil,” jelas dia.

Sementara itu, Founder and CEO Altimeter Brad Gerstner mengatakan, sebagai salah satu perusahaan internet terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Grab membuka jalur digital ke depan bagi 670 juta warga Asia Tenggara. Pihaknya mengapresiasi Grab memilih Altimeter Capital Markets sebagai mitra untuk go public.

Asia Tenggara merupakan salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Populasinya kira-kira dua kali ukuran AS. Namun, penetrasi online untuk pengiriman makanan, mobilitas sesuai permintaan, dan transaksi elektronik hanya sebagian kecil dibanding AS dan Tiongkok.

Keputusan Grab menjadi perusahaan publik didorong oleh kinerja keuangan yang kuat pada 2020, sekalipun terjadi pandemi. Grab membukukan gross merchandise value (GMV) sekitar US$ 12,5 miliar pada 2020, melampaui tingkat pra-pandemi dan lebih dari dua kali lipat dibanding 2018.

Alur Transaksi

Sesuai dengan transaksi yang diusulkan, Altimeter Growth dan Grab akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan induk baru. Perusahaan gabungan tersebut diharapkan memiliki valuasi ekuitas secara pro-forma sekitar US$ 39,6 miliar.

Pada penutupan transaksi, perusahaan gabungan diharapkan menerima sekitar US$ 4,5 miliar dana tunai, termasuk lebih dari US$ 4 miliar dari penawaran skema PIPE yang dinaikkan karena minat investor yang signifikan. Selain itu, Altimeter telah memberikan komitmen hingga US$ 500 juta sebagai bentuk contingent investments. Adapun skema PIPE dipimpin oleh dana yang dikelola oleh Altimeter Capital Management senilai US$ 750 juta.

Investor yang berpartisipasi dalam dana tersebut antara lain BlackRock, Counterpoint Global (Morgan Stanley Investment Management), T. Rowe Price Associates, Inc,  Fidelity International, Fidelity Management and Research LLC, Janus Henderson Investors, Mubadala, Nuveen, Permodalan Nasional Berhad, dan Temasek.

Kelompok keluarga terkemuka asal Indonesia termasuk Djarum, keluarga Sariaatmadja, dan Sinar Mas juga turut berpartisipasi dalam PIPE. Sebagai informasi, Evercore bertindak sebagai penasihat keuangan Grab, sementara JP Morgan dan Morgan Stanley Asia (Singapore) ditunjuk menjadi co-advisor.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN